Showing posts with label Sudut pandang. Show all posts
Showing posts with label Sudut pandang. Show all posts

Monday, January 7, 2019

Mengapa harus nurhadi - aldo (DILDO) sebagai capres - cawapres idaman?

rasanya linimasa media sosial jadi segar setelah kemunculan nurhadi - aldo (DILDO) sebagai pasangan capres - cawapres untuk pilpres 2019 setelah perseteruan tiada akhir antara cebong vs kampret yang benar-benar bikin muak. diantara saling lempar isu antara cebong dan kampret yang terus menerus memenuhi linimasa, akhirnya ada "third way" bagi rakyat indonesia; jalan ketiga yang bisa kita ambil untuk bisa melihat pilpres dalam aspek yang berbeda.

mengapa harus nurhadi - aldo? karena mereka membahas hal-hal yang substansial dalam pemilihan presiden dengan metode yang ringan untuk dicerna oleh warganet (selain tentu saja dengan segala candaan dan jokes receh lainnya). bayangkan, gara-gara cebong dan kampret ini saling lempar isu, ada yang lempar fitnah, orang - orang bisa jadi lupa apa sih yang sebenarnya esensial untuk kita perlu perhatikan dalam memilih pemimpin negara. ingat ya, PEMIMPIN NEGARA, bukan ketua RT/RW, atau ketua panitia, atau yang lainnya. Sektor pangan, pendidikan, energi, dan banyak sektor lain itu sudah selayaknya diperhatikan dalam pilpres. kedua capres ( eh ketiga capres) yang kita miliki ini menawarkan apa dalam visi misinya; apa gagasan mereka untuk mengelola sektor - sektor yang menyangkut hajat hidup orang banyak. contoh sederhana yang dibahas DILDO adalah petani. orang indonesia itu tidak bisa yang namanya tidak makan nasi, tetapi bagaimana menjaga perut kita tetap terisi nasi tiap hari kalau yang menanam padi (dan yang seharusnya menanam padi) saja tidak perhatikan oleh negara?

selain membahas hal - hal yang esensial dengan cara yang ringan dan mudah diterima, saya kira peran utama paslon DILDO hadir di jagat internet indonesia adalah demi menetralkan negativity yang telah disebarkan oleh cebong dan kampret dijagat internet indonesia. harus ada kubu ketiga yang hadir sebagai kelompok buat lucu - lucuan (tetapi serius) untuk membuat warganet lebih antusias menyambut pilpres dan saya kira paslon DILDO sudah melakukannya dengan baik. cebong kampret harap minggir dulu sebentar. energi warganet udah terkuras habis lihat kalian berdua berkelahi terus.

sebenarnya, keseruan nurhadi - dildo dalam meramaikan tahun pemilu ini bakal terganggu kalau televisi ikut campur (dan sepertinya mereka sudah mulai ikut campur). Namun, biarlah ya. mari warganet, tidak usah terlalu dipusingkan dengan perseteruan cebong vs kampret. lebih baik bersenang - senang bersama nurhadi - aldo demi kesehatan jiwa kita semua. mari menilai capres cawapres dengan kepala dingin dan semangat yang positif. Jangan lupa coblos nurhadi - aldo pada pemilu presiden nanti wkwkwk

Wednesday, November 7, 2018

girls like you by maroon 5 feat cardi B : simple but very good


Months ago, Maroon 5 release their new single called “girls like you”and last October it reach 1 billion views on youtube. It’s amazing if you take a closer look on matters that build the song.

Let’s start with chord. “girls like you” chords are very simple. If you play it with guitar, in a simple play, you can use just 4 chords, from C, G, Am, F again and again from the beginning until the end.

From instrument, it’s simple too. On my ears, I can tell some instrument include acoustic guitar, electric organ, electric drum, some strings, bass and midi. But yeah, their engineers mix it very good.

But yeah, IMHO, the song is very special because of it is a maroon 5’s. To be exact, the lyric is easily recognized and easy to follow. A lot of people can sing it. Besides, adam levine’s singing skill is undoubtable. And the most interesting thing is its video clip. We can see a lot of famous figure there dancing alternately.




There’re a lot of famous song outtthere that built by simple matters. Sometimes, good music isn’t something complicated but simple. as long as it’s easy to follow with light lyrics, and simple chords, and fit instrument composition, it will reach alot of audience.

Wednesday, April 25, 2018

gegap gempita avengers : infinity war dan kedongkolan karena spoiler

setelah rilis hari ini, serasa jagat timeline semua membahas soal film tersebut. ada yang sudah puas nonton, ada yang belum.  yang mungkin menyebalkan bagi beberapa orang adalah mereka yang suka membagikan spoiler atau bocoran cerita dari film tersebut. rasa nya menyebalkan memang kalau kita malah tahu cerita dalam film itu dari orang lain, bukan dari layar yang kita tonton sendiri, sementara kita sudah berencana menontonnya dan bahkan sudah membeli tiket. bahkan, mungkin ada diantara teman-teman yang sampai unfriend teman facebooknya atau unfollow temannya karena membagikan spoiler hahaha

meskipun sedikit kesal, saya sih akhirnya realistis dan tidak bisa menghentikan spoiler itu beredar dan just call it a day. excitement terhadap infinity war memang luar biasa sehingga orang-orang terlalu bersemangat dan akhirnya keceplosan membagikan jalan ceritanya. yang membuat saya realistis ya karena sekalipun tidak ada yang membagikan spoiler pun, alur ceritanya sudah ada di wikipedia dan kalau teman-teman tidak kuat iman, toh akhirnya kepo juga hehehe

tiket sudah ditangan dan malam minggu saya akan nonton. sepertinya memang, kalau ada yang bagi spoiler pun, ya cuek saja. lagipula, sekalipun teman-teman hanya baca spoiler atau wikipedia, tetap itu hanya tulisan dan yang kita perlukan adalah menonton langsung agar rasa penasaran kita terpuaskan. ya, yang penting kita pergi nonton, beli tiket, duduk tenang dan menikmati.

ya walau gitu jangan kurang ajar juga dengan bikin insta-live atau insta-story atau whatsapp status pada saat nonton dan yang diposting malah layarnya. itu pelanggaran itu. silent kan handphone selama nonton dan jangan berisik. itu sudah membantu sesama marvel mania. jangan lupa untuk tidak membawa anak dibawah umur yang belum seharusnya nonton film itu. yang penting juga adalah, jangan jadikan alasan nonton infinity war untuk selingkuh ya hahahaha

Sunday, April 15, 2018

what will happen to roronoa zoro in wano arc

in this article I will discuss about my favorite character in the one piece series, Roronoa Zoro. this is a prossibility about what will happen to zoro in wano arc. I assume that Zoro will lose one of his swords. among all of three swords he possesses (wadou ichimonji, sandai kitetsu, shusui), Zoro will lose shusui.

after departure from punk hazard, kinemon attacked zoro and accused him for stealing a shusui sword which is a treasure of wano kingdom that had been used by ryuuma. we all know how zoro get the shusui sword. zoro get shusui after the duel with zombie ryuuma in thriller bark. the question is, will Zoro get any problem from his ownership of shusui when he set his foot on wano?

this is the possibility. in my opinion, maybe Zoro will be challenged  by one of wano samurai who still have relationship with ryuuma to get shusui back. this duel will be a very difficult duel for Zoro after 2 years timeskip. does Zoro win or lose? I hope Zoro win because he is my favorite character he..he..he. However, what I think is, win or lose, Zoro must should give uo the shusui sword to its righteous place.

However, it is impossible that Zoro doesnot have a third sword. maybe in arco wano, Zoro will get a new sword, which is a very powerful sword. I think, the new sword that Zoro will get in wano is a special sword because it can cut zoro's enemies even a devil fruit users. in my opinion, the sword is made by seastones as one of its aloy composition so the sword can cut even a devil fruit user type logia. Zoro will be the one of feared-strong swordsman in the world after get his hand to that special sword.

so, that's a posssibility about what will happen to Roronoa Zoro in wano arc. what do you think?

Sunday, January 28, 2018

deontay wilder said that he can beat a young mike tyson? I totally disagreed

 when wilder said that he can beat young mike tyson, I think he had a big confidence to say that, even it still unproven. maybe wilder's record looks promising, but there're alot of differences between wilder and young tyson.

a young tyson did alot of things wilder doesn't. a young tyson win his first title in the age of 20 and tyson still hold that record as the youngest man ever to win heavy weight title. wilder is 32 years old now and if he fight a young tyson, I don't think he can match a young tyson in stamina and speed. if I try to compare, wilder can't hold a punch from young tyson as powerful as when young tyson beat marvis frazier. I think wilder won't touch young tyson so much if you see how fast young tyson dodge an attack when he fight reggie gross. tyson is a the most tough fighter in his class when he was in his prime, both speed and stamina.

besides, wilder never face someone who much like a young tyson. that's what lennox lewis tweet about.


among all of wilder's opponent, there's no fighter who has speed and powerful punch like a young tyson. with his power punch and speed, he can even beat an experienced fighter like larry holmes, pinklon thomas, etc. besides, wilder's face get swollen when he fight johann duhaupas. maybe wilder is unbeatable for now, but it doesn't mean he won't get punched in the face. he has weakness too, and fighter with speed could exploit that.

instead of state an unproven thing, wilder should prove that he is the best fighter in heavy weight class by beat another good fighter. wilder doesn't do that yet until now, while compare to mike tyson, tyson was once an undisputed heavy weight champion of the world. if I remember, tyson become an undisputed heavy weight champion after beating another champion one by one, start with trevor berbick, james smith, tony tucker, and then michael spinks. tyson beat them one by one and prove himself as the best in heavy weight division. if wilder say that he can beat a young tyson, he should beat several names first, like tyson fury, alexander povetskin, anthony joshua, or retired wladimir klitschko (if wladimir want to fight too).

the upcoming fighter for wilder is luis ortiz. I think wilder can win, but it won't be easy. in my opinion, ortiz isn't typical fighter who depend so much on speed but he has a good defense so I think wilder can beat him as long as wilder doesn't make mistake.

what I wanna see is fight between wilder and tyson fury because in my opinion, both of them are typical fighter. if wilder win, he will open his own way to be the best in heavy weight division. and if people says "save the best for the last", then anthony joshua should be the last for him to prove that he is the best. wilder should make sure that his work speak the truth.




Thursday, December 14, 2017

kisah sedih menjelang natal

biasanya natal itu identik dengan sukacita. Namun, kadang ada beberapa pihak yang justru merasa cemas, duka, sedih, suram, dan muram. kaum ini kadang bertanya mengapa hari natal diperingati begitu meriah sedangkan kaum mereka justru yang mengalami duka disaat natal tiba. mereka terus bertanya dan bertanya mengapa ini terjadi pada kaum mereka. kaum ini bahkan tidak bisa menghindar tatkala hari natal datang dan semua mata tertuju kepada mereka. mata yang melihat mereka dengan tajam dan teliti, penuh tatap serius, dan tiap individu dalam kaum mereka ditelisik satu per satu tanpa terkecuali.

seiring dengan semakin dekatnya natal, maka hilanglah satu persatu individu dalam kaum ini. orang tua kehilangan anak, anak kehilangan orang tua, saudara sekaum kehilangan kerabat. mereka diambil dan diungsikan dari tempat tinggal mereka dan mereka bahkan tidak tahu kemana mereka akan dibawa. tatkala mereka dibawa dan dikumandangkan lagu-lagu natal maka makin takutlah mereka seakan tak percaya nasib buruk akan menimpa mereka. kaum ini memang malang. mereka tidak bisa membela diri mereka sendiri dan mereka harus menyerah begitu saja pada nasib tatkala senjata tajam terhunus kepada mereka.

ya, mereka adalah kaum babi ternak, yang dimana sering dihidangkan dalam makan malam di malam natal. mereka yang semula hidup dikandang harus dibawa ke pemotongan agar mereka yang semula hanya dipanggil babi berubah nama menjadi babi panggang, babi kecap, babi rica-rica, saksang babi, dan lain sebagainya. nama mereka yang kerapkali digunakan manusia untuk mengumpat orang lain, tetapi ketika natal mahluk bernama babi ini justru dicari dan berguna sebagai hidangan lezat dimalam natal.

kita semua berharap bahwa para babi tidak hilang nafsu makan dan akhirnya mereka menjadi kurus ketika mereka mendengarkan lagu natal karena kalau mereka sampai kurus, maka hilanglah kesempatan bagi manusia untuk mendapatkan kualitas daging terbaik dari mahluk yang kerjanya cuma makan dan tidur ini. 

Monday, December 11, 2017

tentang letusan gunung agung

Gunung agung sedang bangun. abu dan asap membubung tinggi ke angkasa. ya, gunung agung sedang erupsi sehingga warga bali yang tinggal disekitarnya banyak yang harus mengungsi. rakyat indonesia memang harus membiasakan diri dengan kejadian alam yang satu ini sebab indonesia adalah negara yang dilalui oleh cincin api dunia "ring of fire". setidaknya indonesia memiliki lebih dari 100 gunung berapi yang tersebar diberbagai daerah di indonesia.

Seringkali banyak orang menyebut kejadian gunung meletus sebagai bencana alam. memang di berbagai tempat, gunung meletus kerapkali menyebabkan kerugian mateir maupun korban jiwa karena gunungnya sudah meletus sebelum langkah antisipasi selesai dilakukan. Namun, barangkali kita perlu melihat gunung berapi dari aspek lain yang barangkali menarik untuk dibahas.

Alam memiliki kebijaksanaannya sendiri dan terkadang ia perlu bergejolak untuk menstabilkan dirinya, begitu juga dengan gunung berapi. gunung berapi adalah natural heritage bagi umat manusia. Ia adalah tanda bahwa kita memiliki sumber daya logam. abu gunung api hasil letusannya yang menjadi tanah adalah baik bagi pertanian. Yang kita perlu lakukan adalah pergi menjauh tatkala ia sedang menstabilkan diri. Letusan gunung berapi adalah sesuatu yang tidak bisa kita cegah, tetapi bisa kita pelajari bagaimana tanda-tandanya sehingga kita bisa mengambil langkah awal untuk menyelamatkan penduduk sekitar.

semoga penduduk bali tetap dalam keadaan sehat dan waspada, begitu juga dengan penduduk sekitar gunung sinabung. kita berharap bahwa gunung berapi yang sedang bangun tidak akan lama-lama bangun dan segera tertidur pulas kembali sehingga masyarakat dapat kembali ke kehidupan normal/

Wednesday, September 27, 2017

bahasa indonesia yang mendunia

beberapa waktu lalu saya mengikuti sebuah open trip ke pulau pari, kepulauan seribu saking sudah sangat mumetnya dan butuh liburan. acara berlangsung lancar, mulai dari perjalanan, lalu snorkeling, lalu bermain-main dipantai. saya juga berkenalan dengan orang-orang baru, baik orang indonesia maupun dari mancanegara (well, kepulauan seribu pun termasuk suatu tujuan wisata bagi wisman yang ada dijakarta). (klik disini untuk melihat video perjalanan)

dari agen perjalanan yang saya ikuti, kami diberikan paket yang sudah termasuk barbequenya. jadi, kami diberi ikan bakar dan cumi bakar. sebenarnya hal yang menarik adalah saat acara barbeque, saya semeja dengan tiga laki-laki dari jepang (oh I forgot their name wkwk). ya kami semeja berbicara dalam bahasa inggris karena tidak hanya orang indonesia saja yang ada disitu, tetapi ada dari afrika selatan, india, portugal, dll. mereka (those three) diam sepanjang waktu dan hanya berbicara satu dengan yang lain. when I ask them something in english and they get confuse and says, "saya tidak bisa bahasa inggris".

woah, akhirnya saya berbahasa indonesia dengan mereka dan setelah ngobrol, saya akhirnya tahu bahwa mereka ini adalah mahasiswa dari jepang yang sedang menjalani exchange di indonesia. saya jadi ingin tahu mereka ini kuliah jurusan apa dan saya kemudian bengong ketika mereka menjawab "kami kuliah bahasa indonesia" untuk program bachelor/sarjana.

okay, jadi dinegara jepang sana bahasa indonesia sudah masuk program sarjana. kita memang sering mendengar kalau bahasa indonesia jadi mata pelajaran bahasa asing untuk anak sekolah dibeberapa negara. universitas dijepang pun sudah ada yang membuka jurusan bahasa indonesia. hal ini adalah hal baik. bahasa adalah identitas bangsa dan alangkah baiknya jika kita semakin sering menggunakannya dalam ranah dan tata yang baik. jika bangsa lain tertarik untuk mempelajari bahasa kita, bukankah kita harus lebih baik dalam menggunakannya, bukan?






Sunday, July 23, 2017

pasca chester bennington wafat

it's start with one thing...

sudah tiga hari sejak meninggalnya chester bennington. rasanya gw masih sedih aja, mengingat chaz adalah idola gue sejak gw masih sekolah dasar hingga sekarang. lagu-lagu linkin park masih gw dengerin sampai sekarang, dari album pertama sampai album terakhir. Namun, rasanya sudah tak sama lagi, energi yang gw rasakan ketika mendengar lagunya linkin park berubah menjadi sebuah kesedihan tatkala mendengar suaranya chaz. LP memang adalah definisi dari masa remaja gw dan banyak remaja lain diseluruh dunia. meninggalnya chaz begitu menyedihkannya. gw ga percaya idola gw bisa bunuh diri seperti demikian.

all I know...

jumat pagi, begitu gw bangun, gw langsung check line karena banyaknya chat. ada chat dari temen gw yang bilang, "bang, chester bennington wafat". gw langsung kaget juga shock. seakan tak percaya, gw langsung buka facebook dan ada kiriman di wall gw dari teman yang lagi kerja di jepang, "bang chester bang :'(", begitulah ia menulis. akhirnya gw lihat timeline kalau "chester bennington committed a suicide". postingan di grup Linkin Park Fans Indonesia pun sudah ramai. gw shock, terdiam, lalu bersandar di tembok kosan, dan ga nyangka air mata gw tumpah. rasanya kok gw cupu banget, tapi saat itu rasanya pedih sekali. setelah sekian tahun, akhirnya air mata gw tumpah karena sedih. my childhood hero telah pergi untuk selamanya.

It's so unreal...

but it's real. chester bennington bunuh diri yang disinyalir karena depresi. tidak ada berita, tidak ada tanda-tanda, tidak ada pesan terakhir, bahkan tidak ada wasiat. yang bisa gw lihat hanyalah sebuah foto kepalanya dari samping dan mata terbuka dengan bekas jeratan dileher. gw sedih luar biasa. bagian dari massa remaja gw pergi untuk selamanya dengan cara seperti itu. hari itu gw pergi ke kantor dengan stelan hitam, muka sedih, dan gw serasa ga mau makan apapun. mood gw jelek sekali saat itu.

I've become so numb...

yang gw rasakan tidak hanya sedih, tetapi juga penyesalan yang teramat sangat. linkin park dua kali datang ke Indonesia dan gw ga nonton mereka live sekalipun. kedatangan mereka pertama gw masih di merauke. jauh sekali dari jakarta. kedatangan kedua, konsernya di hari rabu dan gw ada kuis dan kuliah. pada saat kedatangan yang kedua, gw ga nonton dan gw galau setengah mati. gw sangat menyesal ga ikut terlebih waktu itu ada teman yang nawarin tiket kelas festival seharga 800K karena dia ga jadi nonton. sekarang gw dah kerja dan udah nabung untuk one more light world tour (kalau asia nanti dijepang). semua persiapan gw buyar begitu saja. LP takkan mungkin sama lagi tanpa chester bennington. chester bennington dan mike shinoda adalah dua kombinasi dari jiwa musiknya linkin park. 

I can't hold on...

gw tiba-tiba marah dan emosi melihat komen-komen diyoutube, dimana banyak haters membully linkin park karena mereka shitposting di akun youtubenya linkin park karena linkin park merubah genre secara drastis di album one more light. ada yang ngaku fans pula. fans macam apa itu? lu kira lu bisa buat musik kayak yang mereka buat? fans macam apa yang berubah jadi haters hanya karena musiknya LP berubah? bully skala masif memang ga berdampak pada LP, terkhususnya chester? mikir dong.

sometimes solution aren't so simple...

sekarang serba salah. denger lagunya LP bawaannya sedih, tapi kalau ga dengerin barang beberapa lagu sehari, rasanya kayaka ada yang kurang dilakukan dihari itu. gw dah ga bisa beranjak ke yang lain. 

sometimes good bye is the only way...

gw jadi pengen tahu apa yang mike shinoda cs akan lakukan dengan wafatnya chaz. mereka kehilangan teman yang mana sudah 17 tahun eksis bersama. belum lagi duka yang dialami talinda dan anak-anak chaz. wafatnya chaz memang segitu menghebohkannya dikarenakan nama besar yang LP miliki.

so, now you're gone...

why chaz? why? why you did this to your family? your bandmate? your fans? do you come after chris cornell? how about us? why you count what you've lost instead of what you have? you still have us. you fans who loyal to you more than decade. you still have us, your fans who love Linkin Park as who they are, your fans who love you as who you are. why chaz? you help another with their life but you didn't choose to live your life. what's a matter with you, chaz? I am wondering if there's a person in this world who understand what things lies behind your mind.

for my pride and my promise...

I think sometimes friendship wins over everything. but, I won't take his path. as my friends never let me down, I won't let them down, either. I want to live my life as grace. dear all soldiers, remember all the sadness and frustation, and let it go.  we will always remember him

who cares if one more light goes out? well, I do


Saturday, July 15, 2017

Berhenti saja tidak cukup

ada momen dimana orang percaya jatuh kedalam dosa. Bagaimanapun juga orang percaya tetaplah  manusia yang tidak sempurna. suatu saat orang percaya pun bisa jatuh, sekalipun kecenderungan untuk terus menerus berbuat dosa bukan lagi natur mereka. Namun, berubah itu bentuk nyatanya seperti apa sih?

saya pernah mendengar suatu khotbah (kalau ga salah pak stephen tong yang khotbah) kalau menyesal bukan berarti bertobat. adalah bukan tanda pertobatan bagi orang yang hanya menyesal dari dosanya. Yudas iskariot menyesal? ya. apakah ia bertobat? tidak.

cuman segitu yang saya ingat wkwkwk. Namun, sepertinya perkataan yohanes pembaptis dan tulisan paulus bisa menolong kita untuk mengerti bagaimana itu berubah.

matius 3 : 8 "Jadi, hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan"

efesus 4 : 28 "orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan"

Ternyata begini teman-teman. ketika ada orang ingin bertobat dari perbuatan mencuri, ia bukan hanya harus berhenti mencuri, tetapi dengan 180 derajat berbalik arah, ia justru harus bekerja. ia yang selama ini mengambil milik orang lain untuk memenuhi kebutuhannya, maka ketika ia bertobat, ia harus memenuhi kebutuhannya sendiri dengan bekerja dengan tangannya. Yang lebih lagi adalah, ia yang dulunya terbiasa mengambil milik orang lain, sekarang harus membagikan milik kepunyaannya yang ia peroleh dengan kerja kerasnya sendiri. disini kita bisa melihat bahwa berhenti saja tidak cukup. tidak melakukan lagi ternyata tidak cukup. kita harus bisa berbalik arah dan mengambil jalan yang benar. yang semula mencuri, berhenti mencuri, lalu bekerja, lalu berbagi. yang semula mengambil, sekarang harus memberi. bisa memberi dari hasil kerja sendiri adalah buah pertobatan dari perbuatan mencuri.

terhadap perbuatan buruk yang lain pun demikian. yang biasa curang, buah dari pertobatannya bukan hanya berhenti curang, tetapi hidup jujur, apa adanya, dan mau mengganti kerugian yang ditimbulkannya, seperti yang dilakukan zakheus. yang biasa menyontek, tidak hanya berhenti menyontek, tetapi juga rajin belajar agar mendapat nilai yang baik serta membantu temannya yang masih kurang dalam belajar.

salah satu kesulitan yang kelak akan kita, saya dan teman-teman kelak hadapi ketika ingin berubah adalah berpaling dari kebiasaan lama dan melakukan hal yang benar yang adalah kebalikan dari kebiasaan lama itu. semoga Tuhan memampukan kita semua untuk bisa berubah menjadi karakter yang lebih baik.

Monday, May 15, 2017

tentang pilihan ketiga (third way) : antara confucius, Yesus, dan salomo

masih ingat cerita confucius soal muridnya yang berdebat dengan pembeli kain soal berapa hasil dari 3 x 8? akhirnya confucius memenangkan perkara kepada si pembeli kain yang menyebutkan bahwa 3 x 8 = 23 supaya dia tidak dihukum mati, sedangkan muridnya yang dinyatakan kalah hanya kehilangan jabatannya saja. Sepertinya memang confucius melakukan hal yang baik dengan menyelamatkan si pembeli kain. Namun, saya jadi berpikir, apakah adil jika kemenangan diberikan kepada pihak yang salah?

by the way, kadang kita lupa kalau ada pilihan "ketiga", yakni cara lain yg lebih baik di bandingkan "yes" or "no". berikut ilustrasinya.

pernah Yesus diperhadapkan kepada perempuan yg kedapatan berzinah. menurut hukum musa, perempuan demikian harus dirajam dengan batu sampai mati. apa reaksi Yesus? reaksiNya begini kalau saya ilustrasikan, baiklah perempuan itu dirajam dengan batu sesuai hukum musa, tp hendaklah yg melakukannya pertama kali adalah mereka yang tidak berdosa. you see? perempuan yg bersalah tidak mungkin dia bebas sekalipun Yesus adalah pribadi yang penuh belas kasihan, tetapi IA tidak begitu saja membiarkan si perempuan langsung dihukum. yg menarik adalah disini, yg berdosa dihukum oleh yg tak berdosa. anda mungkin tahu kelanjutannya. si perempuan tidak dilempari batu. Yesus pun mengatakan bahwa perempuan itu tidak dihukum, TAPI janganlah berbuat dosa lagi. ini bisa disebut sebagai third way.

salomo jg punya crita yg menarik soal third way. ada dua perempuan yg berebut anak, sementara salah satu dari dua perempuan itu adalah ibu yg asli, sementara yang lain bukan. lalu apa yang diperbuat salomo? ia hendak memenggal bayi itu sehingga kedua perempuan itu masing-masing mendapat separuh bayi. apa yg terjadi? sang ibu yg asli merelakan anaknya diambil asalkan si anak tidak dipenggal, sementara perempuan yg lain rela anak itu dipenggal supaya sama sama tidak dapat. akhirnya bagaimana? anda mungkin tahu, salomo memberikan bayi kepad ibu yg asli yg berbelas kasihan pd bayi yg akan dipenggal itu.

Dalam kasus ini, "third way" pun bs diaplikasikan. si penjual kain tetap bersalah karena dia memang salah dan murid confucius lah yang benar. Namun, ia tidak perlu dipenggal karena ini, "kematian sebagai hukuman tidaklah pantas bagi kesalahan sesepele kesalahan berhitung 3x8." setelah kesalahannya dibuktikan, si penjual kain bisa diperbolehkan pulang dgn catatan, "belajar matematika yg lebih rajin ya, gobs!" wkwk

dalam menyelesaikan sebuah masalah, kadang kita suka terjebak dalam "yes" or "no", "black" or "white", "A" or "B", padahal dalam menyelesaikan perkara antar manusia, kita harus ingat kalau keadilan dan belas kasihan harus berjalan beriringan, tidak boleh berat sebelah. belas kasihan akan jadi salah tanpa disertai keadilan, dan keadilan akan jadi salah tanpa disertai belas kasihan. dalam hal ini, confucius memang sedang mengajarkan belas kasihan dan itu baik. zaman ini kekurangan orang yg mau welas asih. Disisi lain, aspek keadilan jg harus kita ukur. "third way" bisa kita temukan untuk mengakomodir keadilan dan welas asih secara bersamaan.



Friday, April 14, 2017

Brink of death

khotbah singkat yang dibawakan seorang bule tadi digereja membuka kembali memori saya soal sesuatu. kedua penjahat yang disalibkan bersama Yesus yang semula bersama-sama mengolok Dia, salah satu dari mereka malah beroleh keselamatan di saat terakhir. pengakuannya keluar setelah perkataan Yesus pertama di kayu salib. lalu, ketika Yesus segera setelah menyerahkan nyawaNya, sang kepala pasukan mengaku bahwa Yesus ini orang benar. at brink of death, people from nowhere, we don't know who they are, believe in Christ and saved by grace. Kristus telah mati sebagai tumbal persembahan penghapusan dosa manusia. Alkitab sendiri sudah bersaksi bahwa iman kepada Kristuslah yang menyelamatkan. tak peduli kapan, siapapun, dimanapun, Allah memberi iman kpd orang bahkan sekelas penjahat yg disalib bersama Yesus.

Orang boleh mengolok kekristenan hari ini. Orang lain bisa menggunakan dalil dalil untuk bilang Yesus bukan anak Allah, atau Yesus itu hanya fiksi, atau bahkan bisa bilang Allah atau Tuhan itu tidak pernah ada. kita tidak pernah tahu, jangan-jangan mereka ini yang kelak jadi pemberita injil yang berani. paulus saja bisa Tuhan pakai. penjahat yg selama ini hanya dengar Yesus bikin mujizat bisa percaya pada-Nya diujung kematian. well, Allah bekerja dengan cara yang sulit bagi akal terbatas kita untuk menerima.

kita yang sedari kecil kristen, setelah dewasa pun bertekad tetap kristen, harus menguji diri sendiri, apakah kita beriman dalam kesejatian kepada Kristus yang kematianNya kita peringati hari ini. kamu yang mengolok-olok dan menghina kekristenan, kalau kelak kalian seperti paulus atau penjahat tersalib itu, tidak akan pernah ada yang tahu. Yesus mati sekali untuk selamanya, tetapi pekerjaan dan karyaNya tetap diteruskan Roh Kudus hingga sekarang. well, Tuhan akan pakai siapapun untuk nyatakan kehendakNya. dear christian, mari menguji iman masing-masing.

Selamat memperingati hari Jumat Agung.

Sunday, February 12, 2017

"kamu tidak sespesial yang kamu pikir"

"we use money we don't have to impress people we don't like".

suatu waktu dalam momen santai saya, saya bermain facebook dan melihat quotes diatas di post oleh suatu akun official. ya, seperti standar quotes pada umumnya sepertinya memang biasa saja. Hanya saja, kemudian pikiran saya mengalami mindblowing. kira-kira untuk apa seseorang menghabiskan uang selain untuk kebutuhan hidup? fakta yang menggelikan justru ada beberapa yang menggunakannya hanya untuk narsis.

narsis disini bukan sekedar suka foto selfie lalu mengunggahnya di media sosial, tetapi lebih dalam lagi hal ini menyoal bagaimana orang - orang demikian menempatkan diri seolah olah dirinya adalah center of society, atau lebih parahnya adalah center of universe. memang pada dasarnya aktualisasi diri merupakan kebutuhan hidup paling puncak menurut abraham maslow. Namun, ada kalanya makna aktualisasi diri ini bergeser menjadi negatif, yang kemudian menjadi narsisme

mungkin ini adalah akibat dari terbukanya akses informasi dengan sangat luasnya. kita tidak hanya bisa mendapat informasi, tetapi juga memberi informasi dalam banyak konten, entah kutipan, tulisan, foto, video, audio, dlsb. Kemudian narsisme ini menjalar tatkala orang berpikir bahwa dirinya memiliki sesuatu yang bagus, yang baik, dan yang menganggumkan, yang kemudian ia mulai menempatkan diri sebagai center of society dan merasa ia pantas mendapat pujian dari orang lain. well, no body cares hehehe

yeah no body cares. Namun, orang - orang ini menginginkan perhatian, pujian, dan sorak karena sudah merasa dirinya istimewa, padahal biasa saja. mereka ingin dikagumi dan dianggap sesuatu oleh sekelilingnya, padahal mereka sejatinya orang yang biasa saja. Yang satu datang kepada yang lain menginginkan perhatian, mulai centil, genit, lalu pindah ke orang yang lain dan bersikap yang sama untuk seterusnya. Kemudian, kekecewaan datang tatkala mereka tidak mendapat semua perhatian itu.
mereka yang tertimpa kemalangan pun bisa narsis juga. mereka menempatkan diri sebagai center of society dengan label pihak yang paling menderita. mereka ingin diperhatikan, dibujuk, dibela rasa, diberi belas kasihan, dan mendapat empati lebih. hal seperti ini juga berbahaya. dalam keadaan baik maupun buruk, manusia tetap bisa narsis. internet sekarang banyak menunjukkan kasus-kasus orang hanya ingin menjadi yang terkemuka dan menjadi lupa diri. orang merasa diri benar dan marah ketika dikritik performanya. narsisme dan egoisme bisa jadi kombinasi yang buruk.

memang sejauh ini manusia masih dianggap sebagai mahluk cerdas dimuka bumi. Namun, manusia tetap kecil diantara alam semesta yang luas ini. bahkan bumi yang luas ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan asteroid raksasa diluar angkasa sana. sebenarnya siapa manusia sehingga berhak "menuntut" dan "meminta" perhatian dari sesamanya? manusia jelas boleh menuntut hak jika telah melaksanakan kewajibannya dan manusia jelas berhak menuntut apabila hak-haknya tidak dipenuhi setelah melaksanakan kewajiban itu. Namun, berusaha membuat orang lain mengagumi diri mereka dengan cara-cara yang tidak patut itu sangat diluar konteks kenormalan dalam bermanusia. dari zaman batu sampai zaman sekarang pun manusia tetaplah terdiri dari air, daging dan tulang.

manusia perlu melakukan apa yang perlu dia lakukan. tugas dan tanggung jawabnya ia penuhi, lalu ia dapat haknya. dikagumi dan dipuji itu bukanlah hak. orang dalam kemalangan pun tidak patut menuntut perhatian dari orang lain. cinta diri berlebihan, keinginan menempatkan diri diatas segalanya, serta haus pujian dan perhatian adalah racun pikiran. Banyak orang tidak sadar bahwa mereka narsis. Namun, memeriksa tingkat kenarsisan itu mudah saja. pernahkah anda kecewa terhadap orang yang anda inginkan memerhatikan anda, tetapi ia tidak memberikannya? jika ya, maka anda memang narsis. pernahkah anda kecewa ketika dalam kemalangan, anda tidak mendapat empati dari teman-teman anda? jika ya, maka anda memang narsis. dalam kasus orang teis, jika anda mengalami kemujuran, apakah anda pernah ingat Tuhan anda? jika tidak, maka anda memang narsis. jika anda teis, anda mengalami kemalangan, pernahkah anda malah complain kepada Tuhan mengapa anda mengalami kemalangan? jika pernah, maka anda memang narsis. anda tidak patut kecewa atas hal yang untuk memberikannya kepada anda, seperti perhatian dan empati, orang lain cukup berinisiatif. anda bukan center of society, anda bukan center of universe.

Yang kita butuhkan adalah cek diri, sadar diri, dan rendah hatilah. jaman ini memang membuat kebenaran terlihat abu-abu, tetapi sebenarnya hitam dan putih itu jelas sekali, sejelas tak bisa bersatunya air dan minyak. Ketika kemalangan terjadi, pikirkanlah apakah kemalangan tersebut bisa mentransformasi pemikiran kita ke tahap yang lebih baik. ketika kemujuran datang, kita tetap waspada dan rendah hati. yang perlu hilang dari dalam diri adalah rasa untuk diistimewakan. kita tidak perlu itu semua. justru yang kita perlu lakukan adalah banyak memberi. alih-alih diperhatikan, ita perlu banyak memberi perhatian dan empati kepada orang lain yang memang layak membutuhkannya. diatas semuanya, kita harus selalu rendah hati dan banyak bersyukur atas kebaikan dan kemalangan yang terjadi dalam hidup.

Saturday, December 31, 2016

dua ribu tujuh belas

senang akhirnya bisa menulis kembali. tak terasa sudah 366 hari kita jalani di tahun 2016 ini dan beberapa jam lagi kita akan melangkah ke tahun yang baru. saya tergerak untuk menulis sedikit dari apa yang ada dipikiran saya mengenai tahun ini (2016); mengenai apa yang saya lihat di internet, mengenai materialisme, dan banyak hal lain hehe.

di beberapa media sosial yang saya miliki, jika melihat dari feed yang berbau curhat (ga usah bahas politik ah, capek!), sepertinya tahun ini adalah tahun galau bagi banyak anak muda, baik yang fresh graduate maupun yang sudah berumur dan/atau lewat 1/4 abad seperti saya ha...ha...ha. pertanyaan yang kerap didengar selalu sama, yakni "kapan lulus?", "kapan kerja?", "kapan nikah?", dan lain sebagainya. bagi yang sedang galau pun akhirnya bertanya kepada diri sendiri, "kapan punya pasangan?", "kapan punya duit sendiri?" dan masih banyak lagi. sepertinya memang dijaman milenial ini begitu banyak hal yang orang selalu renungkan atau gumulkan dengan diri sendiri. apakah ini merupakan gejala zaman, sayapun tidak bisa memastikan. Namun, yang pasti, selalu saja ada hal yang kita galaukan/gumulkan dan entah mengapa hal-hal yang kita galaukan itu kerapkali menyoal hal-hal yang belum kita miliki, yang menurut standar orang lain (bahkan orang tua) harus kita miliki secepatnya.

saya mungkin terpaksa harus mengiyakan bahwa kita harus memiliki banyak hal diumur seperti ini, entah pekerjaan atau uang atau posisi atau sejumlah benda atau apapun. semua itu adalah tuntutan zaman bagi anak muda. Namun, bukankah nasib seseorang itu sudah ada yang mengatur? sebagai seorang teis, saya pikir bahwa nasib saya sendiri sudah Tuhan yang mengatur sehingga kita hanya perlu berusaha. Namun, apa jadinya jika apa yang sudah Tuhan gariskan tidak sesuai dengan keinginan kita atau tidak sesuai dengan tuntutan sosial? haruskah kita mengeluarkan segenap energi dan menghabiskan waktu untuk memperoleh apa yang zaman ini tuntut kita harus miliki?

saya pikir kita tidak perlu munafik dan kita harus jujur terhadap diri sendiri bahwa kita membutuhkan semuanya itu. uang memang bukan segalanya dalam hidup ini, tetapi segala sesuatu memang butuh uang. untuk gedung resepsi perlu uang, untuk katering butuh uang, untuk bayar kontrakan butuh uang. kekasih itu bukan segalanya, tetapi manusia itu mahluk sosial dan hidup sendiri itu tidak enak. manusia perlu teman berbagi; perlu teman hingga pasangan hidup. Namun, apakah kita harus mengerahkan seluruh energi kita untuk itu semua? apakah kita harus memfokuskan seluruh pikiran kita untuk itu semua?

kemudian saya terinspirasi oleh sebuah penggalan dalam injil yang menurut saya menarik. matius 6 : 32a mencatat, "semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah". dalam konteks bagian itu, apa yang dimaksud dengan "semua itu"? yang dimaksudkan adalah makanan, minuman, dan pakaian (matius 6:31). Namun, bukankah kita membutuhkan itu semua? lalu jika kita mengejar semua itu, apakah kita lantas tak ubahnya sama dengan bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah?

ketika saya melihat bagian itu, saya jadi berpikir, jikalau memang sekarang saya sedang mengejar hal-hal yang demikian, dan jikalau saya memanggil diri saya sebagai kristen, maka saya akan terjun kedalam sebuah ironi, tatkala saya mengejar hal yang dikejar oleh mereka yang tak mengenal Allah. lalu apa bedanya saya dengan mereka?

memang didalam matius dituliskan bahwa Allah mengerti kita membutuhkan semuanya itu dan akan menyediakannya tatkala kita berusaha. Namun, isu yang sangat penting disini adalah perintah "carilah kerajaan Allah dan kebenaranNya". Bagaimana caranya mencari kerajaan Allah saat kita sedang fokus berhitung didalam pekerjaan? atau dalam mendesain sesuatu? kemana pikiran kita dan perasaan kita harus kita tempatkan dalam proses pencarian kerajaan Allah tatkala konsentrasi kita tertuju pada apa yang ada dihadapan kita?

pikiran saya akhirnya berlabuh pada suatu hal, yakni ketamakan. Ya! ketamakanlah yang membuat bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah menyerang dan menaklukkan bangsa lain untuk dijarah. ketamakanlah yang membuat kita jahat. ketamakanlah yang membuat kita berlaku tidak adil. keserakahanlah yang membuat kita menghancurkan orang lain. ketamakan akan berujung pada sebuah target, dimana kekecewaan dan kemarahan sedang menunggu tatkala kita tidak bisa mencapai target yang kita buat sendiri dan kita kenakan sendiri pada diri kita. aktualisasi diri yang tidak sesuai kehendak Allah yang menyebabkan kita menjadi orang yang selalu kuatir. kesombongan pada diri sendirilah yang membuat kita akhirnya rendah diri tatkala dalam izin Tuhan tren positif yang kita alami akhirnya berhenti. akhir kata, semua kekuatiran terjadi karena kita tidak (atau terlambat) mengosongkan diri sekosong-kosongnya, tetapi mengisinya dengan kehendak dan nafsu kita sendiri dan bukan kehendak Allah.

dalam waktu-waktu kebelakang, saya seperti mengerti akan suatu hal, jikalau kerendahan hati dan tekad mengosongkan diri itu sangat dekat. mengosongkan diri dalam arti menghilangkan segenap ego yang kita punya, menghilangkan segala ketamakan dan rendah diri, lalu berfokus dan mengisinya dengan apa yang Allah kehendaki. mungkin, dalam hidup beriman, di bagian inilah yang barangkali sulit bagi kita untuk dijalani karena Allah adalah pribadi yang berkehendak, sedangkan kita sendiri adalah pribadi yang berkehendak juga. Jadi, kehendak siapakah yang harus kita ikuti?  inilah bagian yang sangat sulit.

disinilah terlihat bahwa betapa kita memerlukan pertolongan Tuhan, pertama, untuk melunakkan hati kita yang keras; yang kerapkali mengikuti kehendak diri sendiri. kedua, kita harus menyadari bahwa kita adalah mahluk yang sejatinya telah berdosa dan dengan kerendahan hati mengakui ketidakmampuan kita untuk hidup benar dihadapan Tuhan tanpa Tuhan ikut campur. ketiga, mengosongkan diri dan menjadikan kehendak Allah, seperti yang telah IA firmankan menjadi fokus kita. Allahlah yang harus kita senangkan sekarang, bukan orang tua, bukan kekasih, bukan teman, bukan siapapun. Allah adalah kasih dan IA mencintai keadilan dan hukum, maka hiduplah dan berlakulah adil. Allah membenci dosa maka kita harus memelihara hidup agar tetap kudus. berat, bukan? ya, memang berat jika kita tidak berserah sepenuhnya.

"apakah saya sudah mengosongkan diri dan mengikuti kehendak Allah?" harus tetap kita tanyakan pada diri sendiri. sekarang, jikalau pertanyaan itu ditanyakan, apakah kita sudah melakukannya?

selamat menyongsong tahun baru, selamat mengosongkan diri.

Friday, August 19, 2016

hak istimewa dan rasa lelah

"roh memang penurut, tetapi daging lemah"

kutipan diatas rasanya tidak asing lagi pagi menganut nasrani karena memang saya mengambilnya dari alkitab. mungkin apa yang saya tulis ini belum tentu kontekstual dengan kutipan diatas pada kondisi pada saat Yesus mengatakannya di taman getsemani. Namun, mungkin apa yang saya pikirkan ini sedikit lebih filosofis (cem betul) hahaha. semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

saya sedang memikirkan soal hal ini, "apakah bekerja, membantu orang, memaafkan orang, dan melakukan berbagai hal yang baik adalah sebuah kewajiban?" saya sering melihat banyak fenomena bahwa melakukan hal baik di era ini dianggap sebagai kewajiban, bahkan sesuatu yang menyusahkan diri, terlebih jika itu menyangkut orang lain. apakah sebenarnya sedari awal Allah hanya memberi manusia kewajiban dan kewajiban yang rasanya sekarang ini sangatlah memberatkan?

menariknya adalah Allah sudah memerintahkan manusia untuk bekerja dengan memelihara serta mengusahakan taman eden. apakah ini kewajiban (yang memberatkan)? tentu tidak. ini adalah privilege (hak istimewa). Allah memberikan hak istimewa kepada manusia untuk mengelola seluruh ciptaanNya. saya jadi berpikir, sepertinya memang apa yang Allah perintahkan kepada manusia bukanlah sebuah perintah yang kejam dan otoriter, tetapi sebuah hak istimewa yang Allah berikan dalam relasiNya dengan manusia. lalu, mengapa bekerja di era ini menimbulkan banyak keluhan?

dosa. ya! manusia telah jatuh kedalam dosa. tubuh kita menjadi terbatas. kita bisa merasa sakit, merasa lelah, diserang penyakit, bahkan jauh didaalam hati kita, kita merasa kecewa, marah, sedih, dan segala bentuk perasaan negatif yang akhirnya mempengaruhi tubuh kita. manusia yang kehilangan kemuliaan Allah menjadi rapuh dan tak mampu, bahkan mazmur mencatat bahwa umur manusia hanya sampai 70 tahun dan jika kuat, 80 tahun. bekerja yang adalah hak istimewa yang Allah berikan berubah menjadi sesuatu yang membosankan bahkan memuakkan tatkala tubuh kita mulai lelah dan penat. mengasihi yang adalah hak istimewa berubah menjadi berat ketika hati kita disakiti dengan luar biasa. kasih berganti menjadi amarah dan dendam.

ternyata memang tidak hanya tubuh manusia yang rapuh, tetapi juga hatinya. kejatuhan manusia kedalam dosa membuat semua manusia menjadi rapuh, entah mereka mengakuinya atau tidak. dengan ditambah hasutan si jahat, maka segala bentuk hak istimewa yang Allah berikan kepada kita untuk kita lakukan menjadi terasa berat, apalagi jika itu menyangkut orang lain sehingga orang kemudian lebih memfokuskan diri pada dirinya sendiri, padahal sejatinya manusia adalah mereka yang hidup dalam relasi, baik dengan Tuhannya maupun dengan sesamanya.

kejatuhan manusia didalam dosa membuatnya tak mampu untuk melakukan hak-hak istimewa yang Allah berikan ini, terlebih ketika tubuhnya sedang lelah. manusia lelah bekerja, lelah mengasihi, lelah mengampuni, dan berbagai macam kelelahan yang lain adalah bukti kerapuhan manusia. dosa membuat manusia lelah lahir dan batin. rasanya tidak mungkin manusia bisa mengerjakan hak-hak istimewa ini jikalau tidak ada tambahan kekuatan yang menguatkan hatinya, yakni kekuatan dari Allah sendiri.

sepertinya memang hidup manusia menjadi makin berat dari hari ke hari karena harus berhadapan dengan orang yang mungkin tak memperlakukannya sesuai dengan yang diharapkan atau harus menghadapi beban-beban lain yang mungkin ia takkan bisa menyelesaikannya karena rasa lelah ini. Namun, jika kita percaya kepada Tuhan, bukankah mindset kita harus diubah bahwa apa yang kita kerjakan didalamNya akan memperoleh perkenaanNya? Namun, sering kita lalai soal ini karena sebagai manusia, kita adalah mahluk yang rapuh. untuk itulah kita memang harus terus memohon ampunan Tuhan dan memohon agar hati kita dikuatkan olehNya disaat fisik kita lelah dan hati kita disakiti orang lain.

roh memang penurut, tetapi daging lemah. selama roh kita masih mendiami tubuh yang rapuh ini, kita belum sepenuhnya sempurna. saya jadi berandai apabila tubuh kita immortal (selamanya kuat) mungkin kita takkan pernah mengeluh dan keberatan ketika melakukan apa yang Allah inginkan kita kerjakan. Namun, kita sudah jatuh kedalam dosa dan tetap terus akan mengalami rasa lelah sampai akhir hayat.

saya pikir kita semua harus kembali ke rancangan awal Allah sebelumnya jikalau kita harus mengerjakan panggilan kita selama kita masih didunia. hati maupun fisik kita pasti akan rapuh. semoga pandangan kita tetap tertuju kepada Tuhan dalam mengerjakan panggilan (hak istimewa) yang Allah telah berikan dan jangan pernah lupa untuk memohon agar Tuhan menguatkan hati kita agar kita bisa dengan sabar dan tabah mengerjakan panggilan kita.

Monday, August 8, 2016

Munafik dalam sudut pandang Yesus

memang menarik tatkala kita membaca alkitab dan melihat perseteruan antara Yesus dengan ahli-ahli taurat serta orang farisi, dimana betapa tersinggung dan sakit hatinya mereka karena berkali-kali Yesus menyatakan mereka adalah orang-orang munafik. eh, tunggu dulu! munafik? apakah orang yahudi ini tindakan di hidupnya tidak selaras dengan apa yang mereka ajarkan? ternyata tidak. mereka sangat konsisten dengan perkataan dan tindakan. perkataan dan tindakan mereka sangat selaras sehingga kalau kita menuding mereka munafik, mereka akan bertanya balik, "dibagian manakah aku tidak melakukan apa yang aku ajarkan?" mereka tampak sempurna sekali diluar, tetapi tudingan Yesus itu tajam sekali. lalu, apa yang dimaksud Yesus dengan munafik disini?

here we go. memang sejatinya hati mereka itu busuk sehingga mereka melakukan segala bentuk ibadah hanya supaya mereka dilihat dan dikagumi orang dan yang sama parahnya adalah bahwa mereka an menggunakan hukum taurat dan membentuk standar tertentu yang bisa mereka penuhi lalu memaksa orang lain untuk mengikuti standar itu. jika orang lain tak mampu memenuhi standar yang mereka buat sendiri, maka dengan menggunakan hukum taurat mereka akan menghukum orang lain. mereka memanfaatkan ketidaktahuan orang lain akan kitab suci untuk menekan orang lain dan menghukum mereka dengan konsekuensi yang sangat berat. benar mereka membayar persembahan. tetapi mereka abaikan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan (matius 23 : 23). mereka hendak menghukum perempuan yang kedapatan berbuat dosa, tetapi lupa bahwa mereka sendiri berdosa. "kamu harus ikut standar kami!" inilah yang disebut munafik, dimana mereka memplintir esensi kitab suci hanya supaya orang-orang mengikuti standar mereka, bukan mengikut Tuhan.

seberapa sering kita seperti ini? kita kurang menggali kekayaan kitab suci, tetapi mematok standar yang harus diikuti orang lain sebagai standar spritualitas?

"Tuhan itu mahakaya sehingga sebagai anakNya pun kita harus kaya raya. menjadi kaya adalah tanda kita diberkati Tuhan. miskin adalah tanda kita kena kutuk Tuhan". sering mendengar yang demikian? apakah Tuhan tidak akan pakai orang miskin untuk nyatakan kemuliaanNya? dilain pihak, coba kalau kita membaca alkitab, kita akan lebih sering lihat Tuhan Yesus memakai orang-orang miskin dan orang-orang biasa untuk pekerjaanNya. statement "kaya = diberkati Tuhan, miskin = dikutuk Tuhan" adalah bentuk kemunafikan spiritual. manusia membentuk standar karena mereka bisa mencapai itu, bukan karena alkitab dengan jelas menyatakan demikian.

"nilai kita harus setinggi-tingginya. (bagi yang mahasiswa) hanya dengan IPK yang tinggi kita bisa menjadi garam dan terang dunia. yang pintar akan menjadi yang terdepan". apakah ini sesuai dengan alkitab? hal demikian justru kontradiksi dengan ini, bahwasanya "tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat (I korintus 1 : 27)". lagi-lagi manusia membentuk standar yang hanya bisa mereka penuhi, tetapi mengabaikan yang bahkan sudah dengan jelas dinyatakan dalam alkitab. "akademik bagus = diberkati Tuhan, akademik jelek = dikutuk Tuhan" pun bentuk kemunafikan spiritual. kita bisa lihat sendiri bahwa ada orang menerima 5 talenta, ada yang 2 talenta, ada yang satu, masing-masing menurut kemampuannya. Tuhan memberi kemampuan kepada masing-masing orang berdasarkan standarNya sendiri.

"tubuh kita sehat = kita diberkati Tuhan. kita sakit = kita kena kutuk" pun bentuk kemunafikan spiritual karena manusia adalah mahluk yang rapuh sejak jatuh kedalam dosa sehingga tidak ada satu manusiapun didunia ini yang tidak mungkin jatuh sakit. lalu mengapa ada orang yang membentuk standar yang hanya bisa dipenuhinya sendiri dan mendukakan hati orang yang sedang menderita?

seberapa sering kita mematok standar spiritualitas yang harus diikuti orang yang hanya bisa kita penuhi, sementara Firman Tuhan tidak pernah mengajarkan hal itu; sementara Firman Tuhan bahkan lebih kaya dari standar remeh yang kita buat? betapa terasa mengerikannya ketika kita melihat kepada diri sendiri dan ternyata selama ini kita munafik dan Tuhan Yesus mengecam kita. kita tidak bisa mematok standar spiritualitas untuk diikuti orang lain selama kita sendiri masih pendek dan dangkal. mari terus belajar menggali Firman Tuhan supaya kekayaanNya bisa dibagikan pada semua orang dan jangan lupa kenakan keadilan, belas kasihan, dan kesetiaan.

Friday, December 25, 2015

Orang kafir yang diperkenan Tuhan bagian 2 : Para gembala

Pada bagian 1 sudah dibahas tentang orang majus. Hal yang menarik juga jika kita membicarakan para gembala dalam kisah natal, dimana mereka adalah orang - orang yang langsung didatangi malaikat, dimana kepada mereka dikabarkan kelahiran Mesias di betlehem. Namun, siapa gerangan mereka ini?

Para gembala ini kemungkinan besar adalah gembala upahan, yaitu orang yang dipekerjakan untuk menjaga domba majikannya. Mereka ini adalah orang - orang yang dianggap kafir di jamannya karena beberapa sebab, yakni mereka tidak pernah beribadah di bait Allah dan memperingati hari sabat karena pekerjaan mereka yang setiap hari menggembalakan domba. mereka dianggap sebagai orang - orang yang tidak dapat dipercaya sehingga mereka (para gembala) ini tidak boleh dijadikan saksi dalam sidang suatu perkara. Mereka sendiri adalah orang - orang yang kasar dan brutal. Mereka tidak segan - segan bertarung dengan binatang buas dengan tongkat mereka ketika domba - domba mereka hendak dimangsa. mereka kotor, jarang mandi, jarang menyucikan diri sehingga memasuki bait Allah pun berat untuk mereka.

Namun, dalam penampakan malaikat kepada mereka (lukas 2 : 8 - 20), ada beberapa hal yang mereka alami yang saya pikir istimewa. Pertama, mereka didatangi malaikat dan kepada mereka diberitakan penggenapan nubuatan para nabi. Hal ini luar biasa sebab tidak ada ahli taurat, ahli agama, atau keluarga kerajaan di era itu yang menerima penyataan Allah itu secara langsung dari utusan Allah (malaikat) selain para gembala ini. Kedua, malaikat memberikan kabar kepada mereka secara detil dimana Yesus, bagaimana tanda - tanda-Nya ketika mereka menemukan-Nya. Pemahaman yang rendah akan kitab suci tidak menghalangi mereka untuk datang kepada Juruselamat, tetapi bahkan malaikat sendiri yang memberitahu mereka secara detil; perkenaan Allah atas mereka yang menjadikan ini semua. Ketiga (ini dalam pandangan saya pribadi), kepada mereka disaksikan bala tentara dan malaikat memuji Allah. seindah apapun musik dan pujikan yang pernah di kumandangkan manusia, tentu akan lebih indah ketika malaikat yang langsung memuji Allah karena mereka memuji didalam kekekalan. 

Didalam ketakutan, mereka segera bergegas ke betlehem ke tempat dimana Yesus terbaring. setelah mereka melihat Yesus, mereka memuji Allah. Lihatlah, penyataan Allah atas mereka membawa sukacita dan kepada Allah dikembalikan ucapan syukur. mereka yang kafir ini, mereka yang tidak terhitung dikalangan para saleh, kepada merekalah dinyatakan kelahiran Mesias. Siapa yang menyangka bahwa kelahiran Mesias dinyatakan kepada orang - orang yang didalam pandangan manusia tidak layak? 

Penyataan Allah yang agung ini seharusnya membuat kita lebih rendah hati. kepandaian, kesalehan, kekuasaan kita bukanlah hal yang terlalu luar biasa bagi-Nya. IA memilih mereka yang lemah, yang kurang dalam pemahaman kitab suci untuk menyatakan kehendak-Nya. kerendahan diri kitalah yang diinginkan-Nya. Kiranya natal ini semakin menyadarkan kita untuk tetap merendahkan diri dihadapan Allah; sadar bahwa kita adalah ciptaan dan IA adalah pencipta; sadar bahwa kita orang berdosa yang perlu pengampunan; sadar bahwa Mesias lahir untuk menyelamatkan manusia dari natur dosa mereka. selamat natal!

Thursday, December 24, 2015

Orang kafir yang diperkenan Tuhan bagian 1 : orang majus

Natal tinggal satu hari. Malam natal tinggal beberapa jam lagi. Kisah natal sebenarnya tidak lepas dari kisah orang majus dari timur yang datang ke betlehem untuk menyembah Yesus. Tidaklah jelas bagi saya berapa jumlah orang majus ini dan juga nama – nama mereka karena saya belum menemukan suatu sumber yang pasti. Hanya saja menarik untuk melihat siapa gerangan orang majus ini. Ada kemungkinan beberapa tempat darimana mereka berasal, antara lain Mesopotamia, Asyur, Persia, atau babel. Yang menarik adalah, bagaimana mereka tahu seorang raja telah lahir di Israel hanya dengan melihat fenomena astronomi dilangit?

Kalau melihat kemungkinan tempat-tempat darimana mereka berasal,  maka kita harus kembali ke jaman pascapendudukan mesir atas Israel. Daerah-daerah ini merupakan daerah yang dulunya dilalui bangsa Israel sebelum sampai ke tanah kanaan. Kita mulai dari kejadian dimana orang Israel hendak melewati wilayah edom dan meminta izin kepada penguasa teritori tetapi ditolak dengan ancaman (perang) sehingga Israel harus melewati jalan lain (bilangan 20). Israel pun meminta izin untuk melewati wilayah kerajaan Amori kepada Raja Sihon. Namun, Raja Sihon menolak dan justru memerangi bangsa Israel (bilangan 21). Tangan Tuhan menolong bangsa Israel sehingga Israel menang dan menduduki wilayah Amori. Perang pun terjadi ketika Israel melewati kerajaan Basan dan  berkat tangan Tuhan Israel pun menang dalam peperangan. Dua kali kemenangan ini membuat panik Balak, raja moab. Balak kemudian meminta bileam (nabi) untuk mengutuki bangsa Israel. Namun, Tuhan tidak membolehkan hal itu karena Israel telah diberkati. Bileam pun diperintahkan Tuhan untuk berangkat bersama utusan Balak dengan satu catatan bahwa apa yang akan dia katakan adalah harus sama persis dengan apa yang difirmankan Tuhan. 

Di tengah jalan, bileam dan keledainya di hadang malaikat Tuhan dengan pedang terhunus. Setelah konflik antara bileam dengan keledai itu, akhirnya Tuhan mengulang lagi perintah bahwa apa yang bileam sampaikan harus persis sama dengan apa yang Tuhan firmankan (kisah dengan keledai ini menyiratkan bahwa Bileam melakukan sesuatu yang jahat terkait dengan perintah Tuhan sebelumnya sehingga ia dihadang malaikat dengan pedang terhunus, diakuinya sendiri dalam bilangan 24 : 13). Setelah bileam sampai kepada Balak, apa yang terjadi? Bileam justru memberkati Israel, seperti yang Tuhan firmankan sehingga marahlah Balak. Dalam nubuatan bileam (bilangan 24 : 15 – 25), ada hal yang menarik terkait dengan bintang, yaitu pada bilangan 24 : 17 (nubuatan bileam ini merupakan salah satu nubuatan di perjanjian lama tentang kelahiran Mesias). Dari sinilah berkembang suatu nujum atau klenik saat itu (di bangsa –bangsa ditimur asal orang majus ini) bahwa bintang tertentu akan muncul dilangit sebagai tanda lahirnya raja di Israel . Dari generasi ke generasi orang – orang di timur ini mengamati bintang didalam peradaban mereka. Klenik yang mengaitkan bintang dan kelahiran raja inilah yang menuntun orang-orang majus ini menuju ke Israel. Mereka datang tidak berbekal pengetahuan yang cukup. Mereka hanya tahu bahwa di Israel telah lahir seorang penguasa tanpa tahu dimana tepatnya lahirnya bayi itu.

Hal yang wajar jika mereka berpikir bahwa raja seharusnya lahir di istana sehingga mereka mendatangi herodes untuk bertanya. Herodes yang terkejut kemudian memanggil ahli-ahli taurat dan dari ahli-ahli taurat ini orang majus mengetahui bahwa sang raja lahir di betlehem. Hal ajaib terjadi. Bintang yang mereka lihat semula mencolok dilangit seakan bergerak mendahului dan berhenti diatas tempat Yesus. Banyak versi terjemahan bagaimana hal ini bisa terjadi, tetapi ada satu versi yang barangkali lebih menjelaskan kejadian ini, dimana bintang yang mendahului orang majus ini adalah suatu “bintang yang lain” yaitu bintang supernatural  (ada yang menerjemahkan bahwa bintang ini adalah perwujudan malaikat yang terlihat seperti bintang dilangit yang bertujuan untuk menuntun orang majus ini, karena kelahiran Yesus pun disaksikan oleh malaikat kepada gembala di padang) yang bergerak menuju kandang tempat Yesus. Disinilah orang majus akhirnya bertemu dengan Yesus setelah perjalanan panjang dengan pengalaman yang tak terduga. Persembahan yang mereka bawa pun sarat akan esensi, yaitu emas (melambangkan kemuliaan Yesus), kemenyan (menggambarkan Yesus sebagai imam besar), dan mur (melambangkan kematian yang akan dialaminya).

Ketika kabar mesias lahir, bahkan raja Israel dan ahli taurat tidak menyambut sama sekali. Namun, orang – orang kafir di jaman Yesus, yaitu orang – orang majus ini justru yang datang menyembah kepada Yesus, sekalipun diawal hanya berbekal fenomena astronomi yang mungkin bisa kita saksikan juga sekarang di era modern ini. Namun, dengan Firman Tuhan yang disampaikan kepada mereka melalui ahli taurat dan dengan “bantuan” bintang, maka mereka akhirnya bertemu sang raja. Apa yang herodes dan ahli taurat lakukan? Tidak ada. Nubuatan mereka tahu, pengetahuan mereka punya, manuskrip ada dalam perbendaharaan mereka, tetapi mereka yang mencari Mesias yang lahir ke dunia justru bukan orang – orang yang termasuk saleh ini.

Di dalam sejarah kekristenan Tuhan sering menggunakan orang – orang yang lemah untuk melakukan kehendak-Nya. Kisah natal ini dengan jelas mengajarkan kita bahwa Tuhan pun berkenan kepada orang yang dengan kebutaannya pun masih bersungguh – sungguh mencari Dia. Adakah kepandaian, kekayaan, kemashuran, dan segala kelebihan manusia membuat Dia terkagum? Sama sekali tidak. Tuhan mengangkat, menuntun, membuka pintu-Nya bagi setiap orang yang dikenan-Nya. Manusia harus merendahkan diri dihadapan-Nya karena IA bisa memakai siapapun. Siapakah kita, manusia, sehingga kita merasa bahwa kita terlalu istimewa? Kita yang berpikir kita istimewa, barangkali harus berkaca kepada orang majus yang kafir ini, dimana mereka yang kafir ini di perkenan Tuhan untuk bertemu dengan-Nya, bahkan memberi persembahan kepada-Nya dan diterima-Nya. Selamat menyongsong natal.

Wednesday, August 19, 2015

Perihal merendahkan diri

yang dimaksud dengan merendahkan diri disini bukanlah rendah diri (minder), tetapi kesediaan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain (bahkan bawahan) sekalipun ia memiliki posisi tawar yang lebih tinggi guna terciptanya empati. Kita memandang baik merendahkan diri karena dengan demikian kita mampu bertenggang rasa dan memahami sesama manusia. Namun, pada realitanya apa yang terjadi?

Idealnya, semakin orang merendahkan diri, sekalipun posisi tawarnya lebih tinggi, orang-orang sekelilingnya seharusnya makin menghargai dan menghormati yang bersangkutan. Namun, apa yang sering terjadi? Mental manusia yang semakin rusak menyebabkan orang yang merendahkan dirinya justru semakin tidak dihargai, bahkan diinjak-injak wibawanya. Kemudian, standar ganda terjadi ketika sang pimpinan memasang tampang galak, tegas, dan dingin. Hal demikian akan mendatangkan cibiran, "pimpinan yang tidak menghargai bawahan", "pimpinan tidak manusiawi", dan lain sebagainya. organisasi yang stabil memerlukan pimpinan yang berwibawa dan bawahan yang mampu menghormati dan menghargai pimpinan. Struktur kelompok manapun tidak akan solid jika masing-masing anggota merasa bahwa I'm the boss here. Dari sini kita melihat bahwa empati seharusnya dimulai dari masing-masing morang. Jangan seseorang menuntut dihargai orang, tetapi hendaknya ia menyadari posisinya didalam kelompok dan berinisiatif menghargai orang lain.

Kekacauan juga terjadi ketika mental rusak seperti diatas dibawa ke ranah asmara. ketika salah satu pihak rela merendahkan dirinya, tetapi justru pihak yang lain menginjak wibawa yang bersangkutan, hal ini akan membawa pada kekacauan. Kekacauan dan ketidakharmonisan terjadi bukan karena ketidakadanya penghargaan terhadap perbuatan baik yang dilakukan, tetapi karena ketidakadanya penghargaan pada eksistensi dan hakikat. Perbuatan baik dilakukan adalah wajar dalam membangun relasi, tetapi tidak adanya penghargaan atas eksistensi, wibawa, dan hakikat seseorang akan berujung pada ketidakharmonisan.

Diatas semuanya, penyakit yang merusak adalah kesombongan. ketika pimpinan merendahkan diri, bawahan menjadi sombong dan menginjak wibawa pimpinan. ketika laki-laki yang seharusnya berwibawa dan tegas kemudian merendahkan diri, perempuan yang tinggi hati akan mengambil kesempatan itu untuk menginjak wibawa laki-laki. Kesombongan tidak hanya menghancurkan diri sendiri, tetapi juga menghancurkan relasi dengan sesama. Mengapa masih ada orang yang berpikir bahwa ia lebih tinggi dari orang lain, padahal yang bersangkutan memiliki posisi tawar yang tidak lebih tinggi?

Mungkin hal ini yang menyebabkan beberapa orang yang memiliki posisi penting dalam perusahaan/ instansi terlihat garang ataupun dingin dan sepertinya ia tidak memiliki teman ditempat itu. Hal ini wajar dilakukan demi kepentingan menjaga stabilitas organisasi agar pimpinan tetap bisa menurunkan visi dan bawahan mampu menangkap visi itu didalam rasa hormat kepada pimpinan. kadangkala bawahan sering kehilangan penghormatan kepada pimpinan hanya karena sudah akrab dengan pimpinan. Hal demikian tak boleh terjadi. Bawahan harus belajar menundukkan diri, sekalipun ia sendiri punya kualitas kepemimpinan juga. Kerendahan hati adalah karakter baik yang nilainya sangat tinggi yang pernah dimiliki oleh manusia ditengah zaman yang "membolehkan" manusia untuk sombong. Jikalah kelak kita menyapa pimpinan dijalan dan ia hanya diam dan dingin kemudian berlalu begitu saja, janganlah tersinggung. Ia memang harus seperti itu, sekalipun nuraninya tidak mengizinkan ia bertindak seperti itu. Jika kita punya kerendahan hati, kita punya cukup daya untuk mengerti hal-hal yang demikian, tetapi tidak akan mencontoh karakter sombong yang kelak akan menghancurkan diri sendiri.

Tuesday, August 11, 2015

when you put your heart for something

Kembali kepada cerita mengerjakan tugas akhir. saya bergumul dengan tugas akhir memang cukup lama, yaitu sejak pertengahan 2013, dimana sempat mengganti topik tugas akhir dan akhirnya mengerjakan topik baru selama setahun hingga awal 2015 sehingga akhirnya saya bisa lulus, dengan segala dinamika permasalahan yang selalu datang ketika masalah yang satu sudah dibereskan. Sempat terpikir untuk mengganti topik dipertengahan 2014, tetapi keras kepala saya selalu meminta agar saya harus menyelesaikan apa yang saya mulai. bukankah goal itu harus dicapai? ya, harus dicapai, walau dengan konsekuensi harus lulus lama dengan permasalahan-permasalahan yang sebenarnya bukan diakibatkan oleh diri sendiri, tetapi kendala teknis (peralatan).

Dalam kondisi susah hati disaat ini, akhirnya pertanyaan muncul didalam diri sendiri. What I want? What I desire? What I prepared to do? Segala pertanyaan berkecamuk dikepala sampai suatu saat saya berbaring di bangku didepan sekre dan menerima sebuah email yang tidak pernah saya sangka saya akan menerimanya.





Ketika membacanya, saya terkejut bukan main. Tiba-tiba mood saya yang jelek berganti senang. saya tidak menyangka bahwa apa yang saya kerjakan selama ini bisa menghasilkan sesuatu seperti demikian. Saya sangat bersyukur kepada Tuhan untuk ini. Apa yang saya kerjakan tidak hanya membuat saya lulus, tetapi juga bisa dibagikan kepada orang banyak melalui upcoming event itu. Oh My God. Pelipur lara datang disaat yang sangat tepat. Waktu Tuhan selalu tepat. IA memberi penghiburan untuk anak-Nya yang bersusah. Saya sangat bersyukur untuk ini.

Mungkin saya tidak akan mendapat kesempatan baik seperti ini andaikata saya tidak konsisten dan memilih untuk mengganti topik. Keras kepala saya untuk tetap berjalan di jalan ini ternyata berbuah lebih dari apa yang saya bayangkan. Mungkin inilah yang namanya passionate. ketika kita menaruh segenap hati kita untuk mengerjakan sesuatu, cepat atau lambat niscaya membuahkan hasil yang baik. Ini adalah pelajaran yang penting. Usaha dan dedikasi akan menghasilkan hasil yang manis dan/atau memberikan pelajaran berharga apapun itu. ketika kita mengerjakan sesuatu dengan hati, ketika kita melakukan kebaikan untuk orang lain dengan segenap hati, apapun yang terjadi kita akan mendapatkan yang terbaik.

Semoga bermanfaat.