Showing posts with label gunung. Show all posts
Showing posts with label gunung. Show all posts

Monday, December 11, 2017

tentang letusan gunung agung

Gunung agung sedang bangun. abu dan asap membubung tinggi ke angkasa. ya, gunung agung sedang erupsi sehingga warga bali yang tinggal disekitarnya banyak yang harus mengungsi. rakyat indonesia memang harus membiasakan diri dengan kejadian alam yang satu ini sebab indonesia adalah negara yang dilalui oleh cincin api dunia "ring of fire". setidaknya indonesia memiliki lebih dari 100 gunung berapi yang tersebar diberbagai daerah di indonesia.

Seringkali banyak orang menyebut kejadian gunung meletus sebagai bencana alam. memang di berbagai tempat, gunung meletus kerapkali menyebabkan kerugian mateir maupun korban jiwa karena gunungnya sudah meletus sebelum langkah antisipasi selesai dilakukan. Namun, barangkali kita perlu melihat gunung berapi dari aspek lain yang barangkali menarik untuk dibahas.

Alam memiliki kebijaksanaannya sendiri dan terkadang ia perlu bergejolak untuk menstabilkan dirinya, begitu juga dengan gunung berapi. gunung berapi adalah natural heritage bagi umat manusia. Ia adalah tanda bahwa kita memiliki sumber daya logam. abu gunung api hasil letusannya yang menjadi tanah adalah baik bagi pertanian. Yang kita perlu lakukan adalah pergi menjauh tatkala ia sedang menstabilkan diri. Letusan gunung berapi adalah sesuatu yang tidak bisa kita cegah, tetapi bisa kita pelajari bagaimana tanda-tandanya sehingga kita bisa mengambil langkah awal untuk menyelamatkan penduduk sekitar.

semoga penduduk bali tetap dalam keadaan sehat dan waspada, begitu juga dengan penduduk sekitar gunung sinabung. kita berharap bahwa gunung berapi yang sedang bangun tidak akan lama-lama bangun dan segera tertidur pulas kembali sehingga masyarakat dapat kembali ke kehidupan normal/

Friday, April 17, 2015

pergi bersama, pulang bersama

sudah beberapa berita tentang tersesatnya pendaki di gunung yang sudah pernah saya daki. ada yang ditemukan selamat, ada yang ditemukan telah tewas. kejadian - kejadian ini harusnya jadi pelajaran bagi mereka penggiat aktivitas alam bebas untuk memperhatikan manajemen kelompok.

"go ahead as team, go home as team", setidaknya itulah yang harus menjadi prinsip ketika kita mendaki bersama orang lain. jangan ada "si cepat" yang berjalan terlalu didepan karena ia punya potensi untuk tersesat. jangan juga ada "si lambat" yang terlalu jauh tertinggal dibelakang. banyak kasus kejadian pendaki tersesat sendirian karena terpisah dari kelompok. yang saya pertanyakan adalah, hal itu terjadi karena tersesat atau karena ditinggal anggota kelompok yang lain?

jangan pernah meninggalkan anggota tim sendirian didepan ataupun dibelakang. berangkat bersama, pulang harus bersama pula, dan jangan saling meninggalkan. tidak ada yang dikejar ketika kita pergi dan kita tak perlu terburu-buru untuk pulang (kecuali kalau anda adalah seorang solo trekker). kalau ada kejadian seorang pendaki tersesat sendirian, harusnya seluruh anggota kelompok dalam tim itu mengoreksi diri masing - masing. mungkin pendapat berikut ini tidak universal, tetapi "muka asli" seseorang akan tampak ketika beraktivitas di alam, siapa yang egois, siapa yang mementingkan diri sendiri, siapa yang lemah mental, siapa yang panjang sabar. alangkah menyedihkannya apabila salah satu teman sependakian tersesat sendirian hanya karena keegoisan teman - temannya yang ingin sampai terlebih dahulu.

kerjasama tim serta kekompakan tim harus dijaga dalam pendakian. lebih dari itu, anggaplah bahwa anggota tim adalah saudara dimana kita bisa saling menjaga dan saling peduli dalam pendakian. kepedulianlah yang dapat membuat seluruh anggota tim sampai tujuan dengan selamat dan pulang kembali dengan selamat pula. selamat mendaki, salam lestari!

Wednesday, December 3, 2014

catatan perjalanan ke gunung pangrango 3019 mdpl


pendakian penutupan, begitulah kira-kira. pangrango adalah gunung terakhir yang saya daki untuk tahun 2014 dengan tim kali ini beranggotakan hadohoan, vart madona, yohanes halim, dan masdiana damanik.




kami mendaki bulan november 2014 dimana hujan sudah mulai sering turun. ketika kami berangkat, ditengah jalan kami bertemu dengan rombongan yang baru saja turun setelah sehari sebelumnya menunda turun gunung karena badai di surya kencana. telaga biru saat itu memang terisi penuh oleh air hingga meluber ke selokan dan warnanya agak keruh. saat itu memang air sangat banyak sehingga kami tidak kesulitan air. kami memulai pendakian pukul 08.30 WIB dan sampai di kandang badak kira-kira pukul 16.30 WIB. sekalipun frekuensi hujan tinggi, kami sangat beruntung dalam perjalanan kali ini. setelah kami tiba di kandang badak, mendirikan tenda dan beristirahat, hujan turun cukup lebat. kami akhirnya memasak. pisau yang baru saya beli (pemakaian pertama) ternyata tak sengaja sedikit menggores tangan dona hehe (maapkan pisauku yang nakal).

keesokan harinya, karena subuh-subuh ternyata hujan, kami yang sudah bangun pun harus menunda summit. sekitar pukul 06.30 kami makan dan siap-siap. kami berangkat kira-kira pukul 07.30 WIB dan sampai di puncak pangrango kira-kira jam 09.30 WIB. setelah berfoto-foto, kami turun ke kandang badak, tetapi doan sudah ngebut duluan karena dia mau summit ke gede ASAP. akhirnya saya, dona, dan masdam turun bertiga (yohanes tidak ikut summit) dibelakang doan. setelah sampai di kandang badak, kami makan, karena segala sesuatu telah tersedia (yohanes memasak semuanya hehe). disaat kami sedang asik makan, doan kembali lagi ke kandang badak sehabis summit gunung gede (that guy is nut hahaha).

ada kekhawatiran tersendiri karena kami turun disaat sudah gelap, sementara cibodas masih jauh. Namun, kami beruntung lagi. hujan tidak turun sejak kami meninggalkan kandang badak hingga kami tiba di cibodas.  Akhirnya kami menginap semalam dibasecamp lalu esoknya pulang ke bandung.

semoga Tuhan dan semesta bersama para pemberani. salam lestari

Monday, December 1, 2014

catatan perjalanan pendakian gunung guntur 2249 mdpl via desa citiis

lama tidak menulis catper setelah sekian lama absen menggunung hehehe halo semua, kali ini saya mau sharing pengalaman mendaki guntur, dimana saya mendaki gunung guntur sebanyak dua kali. catper ini adalah catper untuk perjalanan yang pertama.



sebenarnya ini adalah semacam pendakian ulang oleh saya dan doan karena pertama kali kami mencoba mendaki guntur, kami nyasar hahaha akhirnya kami pulang dengan kekecewaan hehe tapi tak apalah. ternyata terbayar juga dengan samudera awan gunung guntur yang istimewa disaat sunrise.

gunung guntur terletak di garut, jawa barat. untuk menjangkau desa terdekat, yakni desa citiis dari bandung bisa dilakukan dengan naik motor ataupun dengan naik kendaraan umum. jika beruntung, kita bisa menawar elf tujuan garut untuk memutar ke desa terdekat (desa citiis). perjalanan naik kendaraan umum adalah tahun 2015 dan tim kami membayar Rp 30.000 per orang untuk sampai ke dekat basecamp.

kami sedikit kurang beruntung karena kami tidak dapat menumpang pada truk pasir sehingga dari basecamp kami berjalan kaki menyusuri jalan tambang sampai tiba didekat jalan setapak naik. kami tidak melewati air terjun, tetapi kami melewati jalur lurus pendakian gunung guntur dari kaki gunung hingga ke puncak. kami memulai perjalanan pukul 18.30 WIB dan sampai dipuncak 2 (titik GPS) sekitar pukul 02.00 WIB. trek gunung guntur termasuk sulit, melelahkan, dan terjal. tidak ada bonus dalam jalur pendakian guntur. Jadi, kita akan naik terus ketika mendaki gunung ini. untuk teman-teman ketahui, puncak guntur itu setinggi 2249 mdpl, sedangkan kita akan memulai mendakian dari desa citiis yang kurang lebih berada diketinggian 800an mdpl. jadi dari sisi jarak, mendaki gunung guntur termasuk jauh dan terjal. 

well, diantara paguci garut (papandayan, guntur, cikuray), menurut saya mendaki guntur jauh lebih melelahkan dan menguras tenaga dibanding papandayan dan cikuray. Namun, semua kelelahan itu terbayar dengan pemandangan sunrise yang menakjubkan. samudera awan kala itu sangatlah istimewa karena sangat tebal, serasa kasur empuk berada dibawah sana.

setelah muncak, kami turun dulu ke air terjun untuk menikmati aliran air sebelum kembali ke bandung. puas rasanya akhirnya bisa mendaki guntur setelah gagal di percobaan pertama =))


Tuesday, September 2, 2014

perihal mengurus simaksi pendakian ke Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP)

pada tulisan ini saya akan membagikan tentang pengalaman saya dan teman-teman saya dalam mengurus simaksi untuk mendaki ke balai taman nasional gunung gede-pangrango. kami mendaki gunung gede sejak tanggal 25 juni 2014 hingga 26 juni 2014. kami mendaki dari jalur cibodas dan turun lewat jalur cibodas juga. mungkin diantara teman-teman pendaki sekalian ada yang merasa bahwa mengurus simaksi ke balai TNGGP terlalu rumit. Namun, melalui tulisan ini saya ingin membagikan beberapa tips sembari menghimbau kepada teman-teman sekalian untuk tetap berpikir positif tentang pelayanan di balai TNGGP. (klik video pendakian gunung gede disini)


teman-teman bisa mengunduh tata cara pengurusan simaksi (booking online) di www.gedepangrango.org/unduh/. BACALAH DENGAN SEKSAMA setiap tahap-tahap pendaftaran. saya menilai bahwa apa yang tercantum pada tata cara pengurusan simaksi tersebut sudah lengkap sehingga teman-teman hanya perlu sabar untuk membaca dan memahaminya. (marihot on youtube)

pertama. saya menyarankan untuk mendaftar online terlebih dahulu dan dilakukan JAUH sebelum teman-teman mulai mendaki, misalnya 2 minggu atau bahkan 3 minggu sebelum pendakian. Artinya, teman-teman memang harus benar-benar mengagendakan untuk mendaki ke TNGGP. Pendaftaran secara online pada jalur yang kuotanya masih ada membuat kita menjadi prioritas untuk mendapatkan simaksi. sebenarnya teman-teman bisa saja mendaftar langsung ke balai TNGGP, tetapi hal tersebut bisa dilakukan jika dan hanya jika kuota pendaki masih ada dan waktu pendakian teman-teman kurang dari seminggu. ditakutkan kedatangan teman-teman ke balai TNGGP menjadi sia-sia karena kuota pendaki sudah penuh, terutama di akhir minggu mengingat banyaknya pendaki yang mendaki di hari sabtu.

kedua. temqn-teman secepatnya membayar minimal 30% dari total biaya yang harus anda bayar lewat transfer via bank ke rekening balai TNGGP. sebenarnya ada pilihan pada pendaftaran online bahwa anda akan membayar setelah data di validasi, tetapi teman-teman harus mengingat bahwa dibelakang teman-teman masih banyak pendaki yang mengantri untuk mendapatkan simaksi dan bersedia membayar langsung lunas via bank, misalnya bagi agen tur perjalanan. semakin cepat teman-teman membayar maka semakin baik karena teman-teman MUNGKIN dianggap pendaki yang BENAR-BENAR mau mendaki kesana. Andaikan saya adalah petugas balai pun, saya akan memvalidasi mereka yang serius akan mendaki, dimana saya akan melihat apakah teman-teman mentransfer untuk membayar atau tidak. Di dunia maya masih banyak orang iseng sehingga sebaiknya teman-teman harus terlihat lebih serius dibanding mereka.

ketiga. orang yang menjadi ketua kelompok harus orang yang SUDAH PASTI ikut mendaki. format pendaftaran via online ketika saya mendaftar TIDAK MENGIZINKAN data ketua kelompok di edit sehingga andaikata ketua kelompok teman-teman tiba-tiba berhalangan, mungkin saja timbul persoalan terkait pendaftaran. Data anggota kelompok masih bisa ditambahkan atau diedit sehingga andaikata teman-teman mau mendaftarkan anggota baru, hal tersebut masih bisa dilakukan dengan catatan total biaya yang anda transfer masih lebih dari atau sama dengan 30% dari total biaya yang harus teman-teman bayar untuk simaksi tersebut.

keempat. ketika data teman-teman sudah divalidasi, segeralah ke balai TNGGP untuk mengurus simaksi dengan membawa persyaratan yang telah ditetapkan, seperti fotokopi identitas ketua kelompok dan anggota kelompok, uang untuk melunasi pembayaran, surat pernyataan (bisa dibuat di balai), dan lain-lain. untuk diketahui teman-teman, data tim kami yang didaftarkan secara online pada tanggal 14 juni 2014 divalidasi pada tanggal 17 juni 2014 dan pada tanggal 18 juni 2014 dua dari enam orang di tim kami yang akan mendaki pergi ke balai TNGGP untuk mengurus simaksi. Kemudian, sehari sebelum pendakian, yaitu tanggal 24 juni 2014, saya dan salah seorang dari tim kami pergi mendahului empat orang yang lain untuk mengambil simaksi. kami datang ke balai TNGGP hanya untuk mengambil simaksi saja karena simaksi sudah diurus dan mulai dicetak sejak tanggal 18 juni 2014. tahapnya memang menjadi lebih panjang, tetapi hal ini lebih memudahkan kami pada H-1 pendakian.

kelima. berdasarkan pengamatan saya (saya sudah dua kali mendaftar online dan keduanya divalidasi), sekalipun teman-teman mendaftar jauh sebelum mendaki, data teman-teman divalidasi tetap pada H-7 teman-teman mendaki. inilah mengapa teman-teman harus secepatnya mendaftar karena saya memperkirakan bahwa sistem antri pun berlaku disini dan seperti yang saya sebutkan diatas, bayarlah setelah mendaftar untuk "memperkuat" posisi antri anda.

untuk teman-teman yang belum tahu, TNGGP termasuk cagar biosfer di Indonesia yang ekosistemnya masih asli dan diperuntukkan untuk penelitian dan pendidikan. saya sangat menyayangkan begitu banyaknya sampah plastik di wilayah kandang badak (tidak mungkin badak membawa sampah kesana, bukan?), mulai dari yang besar hingga yang kecil. saya menghimbau kepada teman-teman yang mungkin baru pertama kali akan mendaki ke TNGGP untuk tidak MEMBUANG SAMPAH sembarangan SEKECIL APAPUN ukurannya. semoga TNGGP tetap asri sehingga anak cucu kita masih bisa menikmati keasriannya dimasa yang akan datang.

salam lestari!!!















Thursday, August 28, 2014

catatan perjalanan mendaki gunung merapi 2913 mdpl

kami masih dalam agenda double summit merbabu-merapi. setelah selesai mendaki gunung merbabu, kami beristirahat sehari untuk menyiapkan fisik karena kami akan mendaki gunung merapi.




untuk pendakian merapi ini, kami tidak camping sama sekali, melainkan kami tiktok dari desa selo - puncak merapi - selo. kami memulai pendakian kira-kira pukul 23.30 WIB dan terus mendaki hingga pasar bubrah. trek pendakian merapi dari selo terus naik dan sama sekali tidak ada bonus. kelelahan sangat terasa karena kami belum pulih sepenuhnya dari pendakian gunung merbabu. selain itu, angin kencang dan dingin menerpa kami pada saat pendakian dan sangat menyulitkan kami saat itu.

untuk mendaki tanpa tas carrier dengan bawaan yang berat, kami mencapai pasar bubrah kira-kira pukul 04.00 WIB. artinya, kami berjalan menanjak dari desa selo hingga pasar bubrah selama 4,5 jam. kami beristirahat sebentar untuk makan sesuatu dan minum minuman hangat karena saat itu angin bertiup kencang dan temperatur teramat sangat dingin. saya yang sudah menggunakan tiga jaket pun masih kedinginan saat itu.

kemudian, kami memulai summit ke puncak merapi kira-kira pukul 05.00 WIB dan sampai di bibir kawah kira-kira pukul 06.00 WIB. angin bertiup sangat kencang dan temperatur dingin sekali saat itu sehingga kami tidak berlama-lama di puncak merapi dan langsung turun.

setelah angin kencang reda seiring dengan makin teriknya sinar matahari, kami turun kembali ke selo untuk kemudian kembali ke bandung. perjalanan ke merapi kala itu memang terasa berat karena kami tidak menyangka ada angin kencang saat itu dan temperatur begitu menusuk, yang mana kami belum pernah mengalami cuaca seperti demikian di pendakian-pendakian sebelumnya. bersyukur kami bisa pulang kembali ke bandung dalam keadaan selamat.

catatan perjalanan menuju gunung merbabu 3142 mdpl via selo

Mumpung teman-teman lagi libur dari kesibukan studi karena pada saat itu memang sedang masa-masa libur lebaran, maka saya, exaudi, dan widya bertekad untuk double summit merbabu-merapi.  kali ini exaudi membawa teman, yakni ravi.


gunung merbabu adalah gunung yang terletak dijawa tengah. untuk menjangkaunya dari bandung, tim kami naik bus tujuan boyolali. setibanya di boyolali, kami beruntung karena mendapatkan mobil pick up yang baru saja tiba di terminal membawa pendaki dari pos pendakian selo. karena mobil pick up itu mau kembali ke desa selo, kami akhirnya menumpang mobil pick up tersebut.

kami memulai pendakian pukul 14.00. ada tiga pos dan dua pos sabana sebelum puncak merbabu. kira-kira, dari  basecamp ke pos 1 ke pos 2 dan ke pos 3 berjarak masing-masing 1 jam sehingga kami tiba di pos 3 pukul 17.00. kami beristirahat sebentar sambil makan makanan ringan lalu melanjutkan perjalanan kira-kira pukul 17.45. kami tiba di pos sabana 1 pukul 17.00 dan mendirikan tenda.

kami bangun untuk summit attack pukul 03.30 WIB dan setelah persiapan, kami berangkat pukul 04.00 WIB. kami tiba dipuncak kira-kira pukul 06.00 WIB

saat itu sedang masa lebaran sehingga tiket bus sedang mahal-mahalnya. untuk tiket PP bandung - basecamp - bandung kira-kira biaya yang dibutuhkan adalah RP 380.000. untuk logistik dan lain sebagainya kurang lebih menghabiskan Rp 200.000,-

kami mendaki gunung merbabu dibulan agustus, dimana edelweiss untuk region tengah lagi bermekaran. selain itu, cuaca di bulan agustus sangatlah cerah, dan memang kami mengalami cuaca baik, serta sunrise yang sangat cantik. buat teman-teman yang akan mendaki merbabu, harap bawa sampahnya turun saat pulang ya :)

Monday, May 5, 2014

catatan perjalanan ke gunung papandayan 2665 mdpl edisi kedua

ini kedua kalinya saya pergi mendaki ke gunung papandayan. kali ini yang ikut adalah exaudi, widya, dan meli. meli kemudian mengajak seorang temannya (ester) yang masih newbie untuk ikut. kami berlima berangkat dari bandung menuju garut untuk lanjut ke papandayan.



pendakian kali ini diwarnai oleh insiden dimana kami naik bus yang kondekturnya menjanjikan menurunkan kami di pasar cisurupan, ternyata dia menurunkan kami di jalan masuk menuju pendakian gunung cikuray. akhirnya kami kembali ke terminal garut dengan angkot untuk mencari tumpangan ke cisurupan.

kami mulai pendakian cukup sore karena insiden diatas hahaha dan memang waktu itu masih musim hujan sehingga kami sempat kehujanan. kami mulai mendaki pukul 16.00 WIB dari camp david dan sampai di pondok salada kira-kira pukul 17.30 WIB. kami langsung berkemah dan memasak makanan karena cuaca dingin dan sempat kehujanan tadi.

yang paling berkesan dari pendakian ini adalah pemandangan saat sunrise yang memang sangat indah. kami semua berhasil muncak dan kembali lagi ke cisurupan. kami kemudian makan dulu diwarung padang sebelum kembali ke terminal guntur untuk selanjutnya pulang ke bandung.

selamat buat newbie atas gunung pertamanya hahaha


salam lestari

Wednesday, December 4, 2013

pertama kali ikutan open trip : traveling ke gunung anak krakatau merayakan tahun baru

gunung anak krakatau adalah salah satu gunung berapi yang ingin saya coba untuk kunjungi. Namun, setelah saya melakukan survei bagaimana mencapai gunung ini,  sepertinya jalan sendiri itu berat, aku takkan kuat #lah hehehe akhirnya saya mengikuti suatu open trip untuk menuju kesana.




saya naik bus dari bandung menuju pelabuhan merak sebagai meeting point untuk open trip ini. kami berangkat dengan kapal kira-kira pukul 03.00 WIB dan sampai pada pagi hari di pelabuhan bakauheni. selanjutnya kami naik angkot carteran yang sudah disediakan penyedia jasa trip menuju pelabuhan canti. nah, dari pelabuhan canti ini kami naik kapal menuju pulau sebesi karena disanalah kami akan menginap.

setelah meletakkan barang-barang dipulau sebesi, kami lalu berlayar ke gunung anak krakatau. pantai disana berpasir hitam yang berasal dari pasir gunung berapi. kami hanya bisa naik ke titik aman, yakni ketinggian 213 mdpl (kurang lebih) dan tidak boleh naik ke puncak karena gunung anak krakatau saat itu masih aktif dan tubuh gunungnya mengeluarkan asap dan temperaturnya sangat tinggi.

setelah ke gunung anak krakatau, kami dibawa ke perairan lagoon cabe di belakang gunung rakata untuk snorkeling. terumbu karang disini cukup bagus sekalipun perairannya agak dalam.

sepulang dari snorkeling di lagoon cabe, kami kembali ke pulau sebesi untuk bersih-bersih dan makan malam. malam itu juga kami disediakan barbeque oleh penyedia jasa trip berupa ikan bakar dan seafood bakar.

keesokan harinya, kami pergi snorkeling ke perairan dekat pulau sebuku. terumbu karang disana masih bagus dan perairannya cukup dangkal. selanjutnya kami dibawa ke pulau umang-umang lalu kemudian kembali ke pulau sebesi untuk bertolak kembali ke pelabuhan canti. kami sempat membeli oleh-oleh khas lampung sebelum kembali ke bakauheni untuk kemudian menyeberang ke pelabuhan merak.

pelayanan penyedia jasa trip menurut saya cukup baik. harga yang dibayar dengan fasilitas yang disediakan bisa dibilang sesuai. memang pada saat menginap di pulau sebesi, disana memang terbatas fasilitasnya, seperti listrik. di tempat kami menginap juga banyak nyamuk, tapi disitulah tempat paling baik diseluruh sebesi untuk menampung banyak orang (tidak ada pilihan lain lagi). jadi buat teman-teman yang mau kesana, harap membawa anti nyamuk, atau jika memang tidak merasa nyaman tidur beramai-ramai, bisa bawa tenda sendiri karena halaman rumah tinggal itu cukup luas.

Monday, November 18, 2013

Catatan perjalanan ke gunung papandayan 2665 mdpl edisi pertama

papandayan merupakan salah satu gunung api yang terdapat dijawa barat dengan ketinggian 2665 meter diatas permukaan laut. kali ini saya akan menceritakan sedikit perjalanan saya ke gunung papandayan.



perjalanan ini bermula ketika saya sedang mencari rekan-rekan sesama pendaki lewat media sosial yang akan mendaki papandayan pada tanggal 19 oktober 2013. Namun, karena sesuatu dan lain hal saya membatalkan pendakian di tanggal tersebut dan memutuskan untuk mendaki seminggu kemudian. Kemudian, lewat twitter saya berkenalan dengan seorang teman yang akan mendaki papandayan pada tanggal 26 oktober 2013. Singkat cerita saya mengikuti tim mereka. kami sepakat bertemu di terminal cicaheum pada tanggal 26 oktober 2013 pukul 05.00 WIB. Setelah saya berkenalan dengan anggota tim yang lain, kami berdua belas berangkat menuju terminal guntur digarut dengan bus "mio". Busnya tidak berAC. Uang yang harus kami keluarkan untuk ongkos bus menuju terminal guntur adalah Rp 15.000,-. diantara kami semua tidak ada satupun yang pernah ke papandayan sebelumnya.

 Tiba di terminal guntur, garut

Umumnya banyak supir angkot disekitar terminal guntur yang menawarkan jasa carter angkot untuk membawa pendaki ke simpang cisurupan, tidak terkecuali kami yang begitu tiba di terminal guntur dengan tas carrier yang dengan cepat dikenali oleh para supir angkot tersebut sebagai pendaki yang akan menuju papandayan. Namun, salah seorang dari tim sudah menghubungi seorang temannya di garut untuk mengantar kami sampai ke pos papandayan sehingga kami tidak menyanggupi tawaran supir angkot yang datang. Kemudian, kami mengendarai angkot yang sudah dicarter sebelumnya oleh teman dari salah seorang dari tim kami dan kami membayar Rp 5000,- perorang untuk mengantar kami ke sebuah rumah di garut. Rumah ini merupakan tempat dari orang yang akan membantu kami sampai ke pos papandayan dengan jarak perjalanan kira-kira 1 jam dari terminal guntur.

Tim beristirahat sejenak

menuju gerbang papandayan dengan mobil pick-up

setelah tiba dirumah tersebut, kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan menuju pos papandayan dengan mobil pick-up. untuk mpbil pick-up, kami membayar masing-masing sebesar Rp 25000,-. kami tiba di pos papandayan sekitar pukul 12.00 WIB dan memulai pendakian kira-kira pukul 12.15 WIB setelah membayar tiket masuk sebesar Rp. 2000,-.

Setelah melewati gerbang Cisurupan

Pos Penjagaan Gerbang Papandayan

di parkir papandayan, sebelum mendaki

kami mendaki dengan santai sembari teman-teman yang lain bersenda gurau. jalur pendakian tidak terlalu sulit karena cukup landai. tujuan pertama adalah pondok salada. pondok salada bisa dilewati melalui dua jalur. jalur pertama yaitu jalur yang belok ke kiri setelah kawah menuju hutan mati, dan jalur kedua adalah jalur yang belok kekanan setelah kawah dimana kita akan melihat landscape pemandangan gunung yang cantik. kami memilih belok ke kanan. setelah turunan, kami diperhadapkan pada suatu tanjakan yang cukup curam, tetapi pendek. perlu diketahui bahwa untuk menuju pondok salada bisa juga digunakan sepeda motor, sejenis motor trail atau yang lainnya. setelah tanjakan curam yang pendek ini kita bisa melihat landscape gunung papandayan dari kejauhan. kemudian, kami melanjutkan perjalanan menyusuri jalan berbatu selebar mobil. Setelah mengikuti petunjuk dimana pondok salada berada, kami menyusuri jalan setapak dan akhirnya sampai di pondok salada sekitar pukul 15.30 WIB dan mendirikan tenda. perjalanannya terkesan sangat lama karena memang kami banyak beristirahat.

kawah papandayan

sedikit menanjak

suatu sisi lanskap papandayan

pondok saladah lewat sini!

tiba di pondok saladah

setelah beristirahat dan berfoto ria sejenak, kami mendirikan tenda. setelah mendirikan tenda, saya dan fahmi menuju hutan mati untuk mencari kayu bakar. Ada aturan main dalam mencari kayu bakar di hutan mati. pendaki tidak boleh mengambil kayu bakar dengan mematahkan batang kayu yang sudah mati yang masih tegak berdiri. pendaki hanya boleh mengambil kayu yang sudah jatuh ketanah. setelah mendapatkan kayu bakar, kami kembali ke tenda dan memasak makanan karena kami belum sempat makan siang sebelumnya.

 pondok saladah, tempat camping bagi pendaki papandayan

dikala edelweiss pondok saladah menyapa

hutan mati

malam telah tiba, saya membakar kayu untuk perapian. akhirnya, malam diisi dengan gurauan teman-teman anggota tim dan sesekali disertai cerita horor oleh herman. waktunya tidur tiba, kami yang sudah mengantuk kemudian tidur. kami berencana bangun esok hari pukul 03.00 untuk summit attack.

esok harinya, pukul 03.00 WIB saya sudah bangun dan membangunkan yang masih tidur. setelah bersiap-siap, kami mulai berangkat menuju tegal alun pukul 04.00 WIB. suasana yang berkabut membuat kami kebingungan sehingga saya diminta untuk berjalan didepan karena hari sebelumnya saya sempat ke hutan mati. kemudian, kami tiba dihutan mati dan mulai mencari jalan menuju tegal alun. suasana yang berkabut memang menyulitkan sehingga ketika tim istirahat saya harus berjalan sebagai pendahulu untuk mencari jalan setapak. setelah sampai di ujung kompleks hutan mati, ternyata ada sekumpulan pendaki yang kembali ke hutan mati karena keliru memilih jalan. akhirnya saya dengan pemimpin rombongan tadi mulai mencari jalan dan akhirnya kami menemukannya. kami terus berjalan dengan sesekali beristirahat. akhirnya kami bertemu dengan tanjakan yang cukup curam yang dinamakan tanjakan mamang. jarak lurusnya kira-kira sekitar 150-250 meter. setelah melewati tanjakan mamang, kami berjalan selama beberapa menit dan akhirnya sampai di tegal alun. kami sampai ditegal alun kira-kira pukul 05.20 WIB.

sebelum memasuki tanjakan mamang

dikala edelweiss tegal alun menyapa

tidak mungkin tidak mengambil gambar pribadi :D

menghadap ke timur

selama berkeliling tegal alun, saya bertemu dengan beberapa orang pendaki juga dan mengajak saya ke puncak. semula saya ragu untuk ikut, tetapi karena penasaran akhirnya saya pergi ke puncak dengan hanya membawa kamera tanpa logistik sedikitpun. saya berangkat sendirian dari tegal alun sekitar pukul 06.00 WIB saya terus berjalan melewati hutan yang vegetasinya cukup tinggi, setinggi badan saya. hujan yang turun malam sebelumnya menyebabkan vegetasi sekitar jalan setapak menjadi basah dan ikut membasahi pakaian yang saya kenakan. setelah terus berjalan dengan cukup cepat akhirnya saya tiba di ketinggian 2622 mdpl. saya sempat melanjutkan perjalanan untuk mencari puncak 2665 mdpl, tetapi akhirnya saya berbalik arah karena kondisi yang berkabut, ditambah lagi kacamata saya basah sekali sehingga tidak saya gunakan dan saya tidak membawa logistik apapun. akhirnya, setelah kembali ke ketinggian 2622 mdpl, saya bertemu dengan pendaki yang tadinya bertemu di tegal alun. setelah berfoto sebentar, saya kembali ke tegal alun. saya tiba di tegal alun pukul 07.00 WIB. kemudian, saya melanjutkan perjalanan sendirian ke pondok salada dengan sesekali berlari ketika ada turunan bersih dan tiba di pondok salada pukul 07.30 WIB dan memasak makan pagi.

jurang yang tertutup kabut di samping jalan setapak menuju puncak

puncak 2622 mdpl gunung papandayan

akhirnya anggota tim lain menyusul saya ke pondok salada dan kami langsung memasak makanan. setelah makan dan membereskan tenda, kami berangkat kembali menuju pos papandayan. kami meninggalkan pondok salada kira-kira pukul 14.00 WIB. kali ini, kami pulang tidak melewati jalur yang kami tempuh sebelumnya untuk ke pondok salada, tetapi kami pulang melewati hutan mati mengikuti pendaki yang lain. setelah sampai di ujung hutan mati, kami beristirahat sambil berfoto sejenak. Akhirnya, kami turun ke jalan setapak disekitar kawah dan berjalan hingga tiba di pos papandayan kira-kira pukul 15.30 WIB. setelah beristirahat, makan makanan yang dijajakan di pos papandayan, dan membeli sejumlah oleh-oleh, kami berangkat dengan  mobil pick up menuju simpang cisurupan dengan membayar masing-masing sebesar Rp 20000,-. setelah sampai disimpang cisurupan, kami naik angkot ke terminal guntur dengan membayar masing-masing sebesar Rp 12000,-. Setelah di terminal guntur, kami melanjutkan perjalanan ke bandung dengan bus "mio" dengan membayar ongkos masing-masing sebesar Rp 13000,-. kami meninggalkan terminal guntur kira-kira pukul 18.30 WIB dan sampai diterminal cicaheum kira-kira pukul 21.00 WIB.

kembali pulang

menjejak di hutan mati sebelum pulang

kawah papandayan dilihat dari hutan mati

dikala cantigi menyapa

tim beristirahat sebelum menuju bandung

beberapa menit setelah tiba kembali di pos papandayan

jangan ambil sesuatu kecuali gambar
jangan bunuh sesuatu kecuali waktu
jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak

tiada perjalanan tanpa oleh-oleh

biasanya pendaki yang mendaki papandayan hanya mendaki sampai tegal alun saja karena di puncak papandayan tidak terdapat sesuatu yang berarti (menurut keterangan beberapa pendaki). saya yang tiba di titik 2622 mdpl pun tidak menemukan sesuatu yang berarti selain sebuah tiang bendera pendek dan jurang yang tertutup oleh kabut. jadi, teman-teman yang memang ingin mendaki papandayan hendaknya sudah menentukan sebelumnya tempat-tempat yang dituju selama mendaki papandayan.

total biaya untuk transportasi yang saya keluarkan adalah RP 90000,- untuk rute bandung (terminal cicaheum) - papandayan - bandung (terminal cicaheum). saya menyediakan sendiri logistik saya dan menghabiskan kira-kira Rp 100000,-. Jadi, bisa diperkirakan bahwa untuk mendaki papandayan dari bandung cukup membudgetkan dana dengan kisaran Rp 200000,- sampai 300000,- per orang untuk dua hari.

untuk durasi mendaki, pos papandayan - pondok salada ditempuh dalam waktu 2 jam 15 menit, pondok salada - tegal alun di tempuh dalam waktu 1 jam 20 menit dan tegal alun - puncak 2622 mdpl - tegal alun ditempuh dalam waktu 1 jam.

sekian resume pendakian kali ini, semoga bermanfaat bagi bloggers sekalian.

Thursday, August 1, 2013

catatan perjalanan gunung ciremai 3078 mdpl via apuy



bermula dari wacana dari widya, maka saya, widya, dan meli berencana untuk naik gunung  ciremai. widya bertindak sebagai guide karena pernah kesana, sementara meli sangat bersemangat karena ini adalah pertama kali baginya untuk mendaki gunung dengan ketinggian diatas 3078 mdpl. alhasil, widya mengajak exaudi dan dipta untuk join.

kami berangkat dari bandung dengan bus kira-kira pukul 7 malam dan sampai di desa apuy sekitar jam 01.30 pagi. pagi itu juga kami bangun setelah tidur beberapa jam dan sarapan untuk mengisi energi sebelum mendaki. diantara banyak jalur pendakian ciremai, jalur apuy termasuk jalur yang ramah bagi pemula.

kami mulai mendaki dari gerbang rimba sekitar pukul 09.00 WIB. ada sekitar 6 pos yang kami lalui sebelum berkemah. untuk jalur apuy, jarak antara pos yang satu dengan pos yang lain cukup dekat, yakni lebih kurang satu jam dengan ritme mendaki yang santai, kecuali dari pos 4 ke pos 5 yang mungkin memakan waktu hingga 1,5 jam karena jalurnya yang cukup terjal. pos 5 ke pos 6 pun berkisar antara 1 hingga 1,5 jam perjalanan. pos 6 disebut juga pos gua walet yang biasa digunakan para pendaki untuk berkemah. jarak dari pos 6 ke puncak, jika tidak membawa tas carrier dapat ditempuh hanya dalam waktu 30 menit saja.

jalur apuy dari gerbang rimba sampai ke pos 5 adalah jalur yang asri dengan kanopi yang cukup rapat karena banyaknya pepohonan. jalurnya kadang naik kadang turun. jadi istilahnya, dijalur ini banyak "bonus"nya. kanopi yang lebat itu berhenti sampai di pos 5. setelah pos 5, pepohonan semakin sedikit dan pendek-pendek ukurannya. Namun, sejak dari pos 5, kita sudah bisa melihat edelweiss. kami mendaki di bulan juli dimana edelweiss dibagian barat jawa lagi mekar-mekarnya sehingga tampak cantik sekali ketika kami kesana. di lereng sesaat sebelum bibir kawah ciremai kita dapat menemukan rimbunan edelweiss tumbuh disana dan sangat foto-able.

ada hal yang sangat disayangkan dari ciremai ini. banyak sekali botol-botol air minum bekas berserakan disepanjang jalur pendakian yang terisi air seni. botol-botol tersebut membuat kotor lingkungan ciremai. mohon kepada teman-teman yang akan mendaki ciremai untuk membawa sampahnya turun, termasuk botol plastik.


salam lestari

Tuesday, July 16, 2013

catatan perjalanan menuju puncak semeru (mahameru) 3676 mdpl

sebuah tulisan tentang summit pertama saya, yaitu mahameru (tanggal summit, 26 mei 2013 pukul 04.30 WIB)



sebenarnya ini bermula ketika 13 teman jurusan saya akan mendaki semeru, tiba-tiba salah satu dari 13 orang itu tiba-tiba berhalangan dan kemudian membuka oprec supaya tiketnya jangan hangus. kemudian, saya tanpa berpikir panjang kemudian menerima tawaran dari seorang itu untuk menggunakan tiketnya. karena saya tidak mempunyai tas carrier, dia meminjamkan saya. kemudian, kami semua berangkat menuju malang.


 berdiri dari kiri : bame, saya, romu (ga ikut, cuma numpang foto), ncum, regen, pandu, ochi
duduk dari kiri : aceng, bima, bagas, azharul, andrew, sapto
(Bandung, 22 mei 2013)

kereta kami harusnya berangkat dari bandung tanggal 22 mei 2013 pukul 15.30. Namun, di jalur selatan ada bagian jalur kereta api yang anjlok dan kamipun berangkat terlambat, kira-kira jam 17.00. kami sampai di malang tanggal 23 mei 2013 sekitar pukul 10.30 WIB karena kereta memutar lewat jalur utara dan melanjutkan perjalanan menuju tumpang dengan mencarter angkutan kota.

Tim tiba di stasiun malang (23 mei 2013) *)


 di tumpang (23 mei 2013)

Kemudian, sekitar pukul 13.30 kami menumpang truk bersama 13 orang yang lain (rombongan lain dari bandung yang bertemu dikereta dan dari jakarta) menuju ranupani. sesudah masuk ke wilayah taman nasional bromo-tengger-semeru, ternyata jalan menuju ranupani sedang dalam pengaspalan sehingga kami berhenti kira-kira hingga pukul 16.30 dan kemudian melanjutkan perjalanan. 
 
 harus menunggu jalan selesai di aspal (23 mei 2013)

 sambil menunggu, foto-foto dulu lah ya (23 mei 2013)

 ditengah jalan, truk yang kami tumpangi mengalami slip sehingga harus didorong dengan jeep dan kami harus turun. akhirnya, kami sampai di ranupane dan memutuskan untuk menginap semalam.

 Dorrrrroooonnngggg (23 mei 2013) *)

 ranupani, pagi hari tanggal 24 mei 2013

esok harinya, tanggal 24 mei 2013, setelah bersiap-siap, mengurus perizinan, melakukan pemanasan dan briefing, kami bertiga belas meninggalkan ranupani kira-kira pukul 09.00. saya tidak ingat pasti berapa lama saya berjalan per pos dari pos 1 hingga pos 4 hahaha karena HP saya matikan untuk mengirit baterei.

 ranupani, sebelum berangkat ke ranukumbolo (24 mei 2013)


 welcome (24 mei 2013)

Dalam perjalanan dari gerbang sampai pos 1, jalan relatif bergelombang dengan beberapa tanjakan walau tak terlalu tinggi. begitu juga dari pos 1 ke pos 2 serta dari pos 2 ke pos 3. kondisi track cukup bergelombang, dengan selingan turunan dan tanjakan yang tidak terlalu tinggi. begitu meninggalkan pos 3, ada tanjakan yang cukup curam, sekitar (kira-kira) 35-40 derajat sepanjang kurang lebih 100 meter.

Tim beristirahat di pos 1 (24 mei 2013) *)


Landengan Dowo (24 mei 2013) *)


Watu rejeng (24 mei 2013)

Pos 3, sambil menatap tanjakan yang lumayan tinggi (24 mei 2013) *)


Pos 4 (24 mei 2013) *)


setelah berjalan, saya tiba di pos 4 dimana ranukumbolo terlihat dengan sangat cantik. saya tiba disana sekitar pukul 11.50 WIB (jadi, kurang lebih ranupani-ranukumbolo ditempuh dalam waktu 3 jam dengan nge-joss hehehe). Namun, saya dan beberapa teman yang tiba duluan memilih untuk menunggu teman-teman yang lain di pos 4 sambil foto-foto.

 pos 4 (24 mei 2013)


 pos 4 ( 24 mei 2013)
 
 Tim di pos 4 dengan background ranukumbolo (24 mei 2013) *)


 di tepi ranukumbolo (24 mei 2013)

 hari itu kami tidak memaksakan diri untuk nge-joss terus ke kalimati. kami menginap di ranukumbolo semalam. bagus sekali memang danaunya. Namun, sangat disayangkan ada banyak tumpukan sampah. setelah mendirikan tenda dan membereskan barang-barang, kami memasak makan siang. malamnya, langit memang tidak terlalu cerah. teman-teman yang lain menyalakan perapian diluar.

 kompleks perkemahan ranujumbolo, tampak tanjakan cinta (24 mei 2013)

 prasasti di ranukumbolo (24 mei 2013)

esok paginya, 25 mei 2013, setelah makan pagi, briefing dan pemanasan, kami melanjutkan jalan menuju kalimati. kira-kira kami berangkat pukul 09.00 dan saya tiba di kalimati kira-kira pukul 10.45 WIB. kami kemudian mendirikan tenda dan mencari kayu bakar. sebelum masuk ke kalimati sebenarnya ada hutan cemara yang pohon-pohonnya sudah membusuk atau sudah mati. beberapa batang pohon yang kecil saya patahkan dan membawanya dan kemudian dibakar.

 Tim berfoto sebelum meninggalkan ranukumbolo (25 mei 2013) *)


setelah melewati tanjakan cinta (25 mei 2013)


 oro oro ombo (25 mei 2013)
di kalimati (25 mei 2013) *)


di kalimati (lagi) (25 mei 2013)

di kalimati (lagi) (25 mei 2013) *)

 sekitar jam 3 sore, kalimati mulai hujan dan angin kencang. dinginnya menusuk sekali. tenda kami tergenang dan teman-teman yang lain kemudian membuat perimeter untuk air hujan. hujan kira-kira berhenti pukul 17.00 dan cuaca sangat dingin. kemudian, kami makan malam dan tidur karena jam 11 malam harus bangun untuk persiapan dan summit attack.

jam 11 malam kami semua bangun. setelah bersiap-siap, kami meninggalkan kalimati kira-kira pukul 23.30 WIB.


Persiapan summit attack, 23.00 WIB di kalimati (25 mei 2013) *)

kami sempat beristirahat di arcopodo kemudian melanjutkan perjalanan dan beristirahat lagi di batas vegetasi (ada teman yang menyebut daerah itu namanya "klik", saya ga tau gimana nulisnya hehehe). kemudian, dihadapan kami terhampar padang pasir.

hujan yang turun sebelumnya membuat pasir jadi lebih padat, dan tentu saja dingin. waktu di ranupane, ada pendaki yang baru turun dan bilang kalau di padang pasir itu "maju 3 langkah mundur 2 langkah". dibeberapa bagian trek yang memang curam, saya merayap karena tidak pakai tongkat atau alat bantu sejenis. sarung tangan yang dipakai seakan tidak bisa menahan dinginnya malam itu. tangan saya serasa beku. untunglah masih bisa merasakan yang namanya menggenggam.

putus asa mulai maelanda. kira-kira ditengah jalan, kemiringan saya rasakan makin curam dan puncak yang semula kelihatan sekarang tidak kelihatan. suatu saat, sempat saya melirik jam, pukul 03.00 tanggal 26 mei 2013. mungkin saya sempat ketiduran, karena saya seperti lupa momen-momen beberapa menit terakhir. sepertinya saya dibangunkan oleh orang yang melewati saya. syukurlah, badan yang sudah mendingin tidak bisa diajak kompromi. harus jalan, kalau tidak, bisa hypotermia. saya melanjutkan berjalan.

saya sempat berhenti, dan memandang ke langit. ada bulan purnama. bayangkan, bisa menyaksikan bulan purnama di tempat yang sangat tinggi seperti ini benar-benar menakjubkan. terlebih ketika saya melayangkan pandangan ke bawah dan ada lautan cahaya di tempat yang jauh (entah tumpang atau malang). cantik sekali. badan mulai mendingin, saya melanjutkan perjalanan dengan sesekali merayap. ada empat orang dari tim didepan saya. saya sudah tidak kuat, dan saya paksa nge-joss saja.

saya naik hanya dengan jaket dan kaos, kemeja flannel saya ikat dipinggang. dua syal yang saya bawa saya masukkan kedalam kaos supaya hangat. yaaa, karena ga bawa jaket yang banyak, ya genjot fisik, anggap saja "internal heating". jalan terus dan terus, rasanya sudah berjalan berjam-jam tapi kok tidak sampai-sampai juga. emosi mulai naik dan tentu saja mengumpat terus didalam hati. 4 orang didepan saya sudah sampai di mahameru dan saya berada pada jarak sekitar 20 meter dari puncak. saya teriak kesana, "wooooy, puncak????" dan dijawab dengan "yooooooo" serasa semangat kembali hahaha dan akhirnya, saya menginjakkan kaki di mahameru, pukul 04.30 WIB. 5 jam pas, sejak dari kalimati sampai mahameru. Namun, bisa kebayangkan dinginnya puncak pada jam segitu? saya kemudian memakai lagi kemeja flannel saya dan berbaring didekat teman-teman yang sudah sampai duluan.


Bulan Purnama di mahameru (26 mei 2013) *)

 
wedus gembel semeru (26 mei 2013)

sesekali semeru mengeluarkan gas-debu dan memang jadi objek yang bagus untuk difoto. akhirnya matahari terbit, kedinginan mulai berkurang, dan tentu saja kesempatan ini tidak boleh dilewatkan dan kami berfoto-foto ria. ada yang bikin video, ada yang bikin tulisan, banyak hal kami ekspresikan disini, termasuk saya juga.


 sun rise mahameru (26 mei 2013)

 sun rise mahameru (26 mei 2013)

 standing above the cloud (26 mei 2013)

 finally, I'm here, in mahameru, the highest point of java island (26 mei 2013)

 di puncak para dewa, dalam modus siluet dengan "arc reactor" di dada :P (26 mei 2013)

 how great (26 mei 2013)

 13 orang berangkat, 13 orang berhasil summit. Real!!! (26 mei 2013) *)

 perjalanan turun (26 mei 2013)

 berusah-susah semalaman dalam melewati padang pasir ini (26 mei 2013)

 vegetasi konifer, setelah turun melewati arcopodo (26 mei 2013)

 potret dari kalimati setelah summit (26 mei 2013)

setelah turun, kami kembali ke kalimati, makan dan berberes kemudian menuju ranukumbolo. di ranukumbolo beberapa dari kami beristirahat dan ada yang melanjutkan perjalanan. kemudian, kami yang beristirahat melanjutkan perjalanan. kami meninggalkan ranukumbolo kira-kira pukul 15.30 WIB. setelah 3,5 jam berjalan, akhirnya pada pukul 19.00 kami tiba di ranupani. saya yang melihat sebuah warung langsung masuk ke dalam dan memesan teh hangat serta makanan. di warung itu ada spanduk yang menarik, yaitu gambar dibawah ini.


 quotes dari sir henry dunant (26 mei 2013)

esok harinya, tanggal 27 mei 2013, pagi hari sekitar pukul 07.30 WIB kami meninggalkan ranupani menuju tumpang. 12 teman saya yang lain pergi ke sempu dan saya memilih untuk jalan-jalan sendiri di kota malang. tanggal 29 mei kami naik kereta dan tiba tanggal 30 mei 2013 di bandung dengan selamat.

banyak pelajaran berharga yang saya petik. saya ke semeru tanpa perencanaan yang matang, apalagi dalam hal perlengkapan. untungnya saya cukup rajin olahraga  sehingga fisik masih bisa menahan beban perjalanan yang berat itu. mungkin buat teman-teman yang mau naik gunung untuk pertama kali, saya sarankan untuk mempersiapkan diri dengan rajin berolahraga. lakukan persiapan matang, baik perlengkapan, fisik, maupun mental, antisipasi kemungkinan terburuk jika hujan turun. Namun, dari kesemuanya itu, saya bersyukur bisa menjejak di mahameru sebagai puncak pertama saya.

Biarpun tujuan naik gunung adalah bersenang-senang, keselamatan adalah segalanya. pulang dengan selamat harus menjadi tujuan, ada keluarga yang menunggu dirumah.

kepada yang akan mendaki semeru, tolong banget nih jangan buang sampah sembarangan ya, baik sepanjang perjalanan maupun dilokasi-lokasi camping :))

here we go !!!!




notes :
*) : photos belong to Azharul DK