Wednesday, September 17, 2014

Mengapa harus ke gym?

jika ditanyakan mengapa harus ke gym, sebenarnya tidak ada alasan spesial untuk menjawabnya. pada dasarnya olah raga bisa dilakukan dimanapun dengan berbagai variasi gerakan untuk melatih fisik agar lebih bugar. Namun, sebagai member dari salah satu gym, saya ingin membagikan beberapa hal terkait aktivitas olah raga di gym.

olah raga baik untuk tubuh manusia. selain menyehatkan bagi tubuh karena banyaknya lemak yang dibakar serta dilatihnya otot-otot tubuh, olah raga bermanfaat juga untuk menurunkan stres. Namun, beberapa dari kita mungkin tidak memiliki waktu untuk berolah raga dipagi hari maupun disore hari dikarenakan aktivitas, baik pekerjaan ataupun kuliah/ sekolah. jika kita hanya memiliki waktu berolah raga dimalam hari, kita bisa bisa melakukannya di gym. berolahraga di gym dapat dilakukan semua kalangan; laki-laki atau perempuan, tua atau muda, karyawan atau mahasiswa, semua bisa berolah raga di gym. kesibukan seharusnya tidak menghalangi kita untuk berolah raga sehingga berolah raga di gym dapat menjadi salah satu pilihan dimana kita bisa berolah raga.

bagi teman-teman yang bertubuh kurus, dimana body mass index teman-teman tergolong kedalam kategori "kekurangan berat badan", berolah raga di gym dapat menjadi salah satu solusi bagi anda untuk mendapatkan bobot ideal dimana selain teman-teman harus mendisiplinkan diri dalam berlatih, teman-teman juga harus menjaga pola makan dengan kadar nutrisi yang tepat. tubuh kurus membutuhkan suplai protein dalam jumlah besar, dimana penyerapannya diharapkan optimal ketika kita mengonsumsinya sehabis olahraga yang cukup berat, seperti angkat beban yang dapat kita lakukan di gym. penulis sendiri mulai berolah raga di gym karena ingin menaikkan berat badan yang sempat menurun drastis karena pernah terkena penyakit hepatitis A yang naik hingga 65 kg dan tetap dijaga agar konstan hingga sekarang. olahraga yang dilakukan pun tidak hanya di gym, tetapi juga di track, seperti lari, push up, sit up, serta pull up.

bagi teman-teman yang ingin menjadi atlet binaraga, latihan di gym sepertinya sudah menjadi hukum tersendiri. dengan latihan yang rutin dan diet yang baik, teman-teman bisa memperoleh hasil yang teman-teman inginkan.

buat teman-teman yang ingin menurunkan berat badan, berolah raga di gym adalah salah satu pilihan. sebenarnya teman-teman masih bisa berolah raga dalam bentuk lain, seperti lari jarak jauh, street workout, senam, dan lain-lain yang dilakukan dengan frekuensi tinggi untuk membakar lemak didalam tubuh. menurunkan berat badan tidak harus ke gym, tetapi teman-teman harus disiplin untuk berolah raga secara kontinu dan mengatur asupan karbohidrat agar tidak terlalu banyak serta menjaga kecukupan nutrisi yang lain seperti protein, vitamin, dan lain sebagainya. no diet without workout, no workout without diet. olahraga dan mengatur pola makan adalah hal yang harus dilakukan beriringan dan dengan disiplin tinggi. teman-teman perlu juga menanamkan didalam pikiran bahwa tidak ada usaha yang sia-sia. kerja keras teman-teman untuk menurunkan berat badan dengan berolahraga secara intens dan mengatur pola makan pasti membuahkan hasil.

hal yang harus kita sadari bahwa jangan sampai kita tidak berolah raga. sempatkan minimal dua kali seminggu untuk berolahraga demi kesehatan kita sendiri. didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. jika didalam tubuh yang sehat saja bisa terdapat jiwa yang tidak sehat, apalagi yang enggak!!!

selamat berolahraga.


Tuesday, September 2, 2014

perihal mengurus simaksi pendakian ke Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango (TNGGP)

pada tulisan ini saya akan membagikan tentang pengalaman saya dan teman-teman saya dalam mengurus simaksi untuk mendaki ke balai taman nasional gunung gede-pangrango. kami mendaki gunung gede sejak tanggal 25 juni 2014 hingga 26 juni 2014. kami mendaki dari jalur cibodas dan turun lewat jalur cibodas juga. mungkin diantara teman-teman pendaki sekalian ada yang merasa bahwa mengurus simaksi ke balai TNGGP terlalu rumit. Namun, melalui tulisan ini saya ingin membagikan beberapa tips sembari menghimbau kepada teman-teman sekalian untuk tetap berpikir positif tentang pelayanan di balai TNGGP. (klik video pendakian gunung gede disini)


teman-teman bisa mengunduh tata cara pengurusan simaksi (booking online) di www.gedepangrango.org/unduh/. BACALAH DENGAN SEKSAMA setiap tahap-tahap pendaftaran. saya menilai bahwa apa yang tercantum pada tata cara pengurusan simaksi tersebut sudah lengkap sehingga teman-teman hanya perlu sabar untuk membaca dan memahaminya. (marihot on youtube)

pertama. saya menyarankan untuk mendaftar online terlebih dahulu dan dilakukan JAUH sebelum teman-teman mulai mendaki, misalnya 2 minggu atau bahkan 3 minggu sebelum pendakian. Artinya, teman-teman memang harus benar-benar mengagendakan untuk mendaki ke TNGGP. Pendaftaran secara online pada jalur yang kuotanya masih ada membuat kita menjadi prioritas untuk mendapatkan simaksi. sebenarnya teman-teman bisa saja mendaftar langsung ke balai TNGGP, tetapi hal tersebut bisa dilakukan jika dan hanya jika kuota pendaki masih ada dan waktu pendakian teman-teman kurang dari seminggu. ditakutkan kedatangan teman-teman ke balai TNGGP menjadi sia-sia karena kuota pendaki sudah penuh, terutama di akhir minggu mengingat banyaknya pendaki yang mendaki di hari sabtu.

kedua. temqn-teman secepatnya membayar minimal 30% dari total biaya yang harus anda bayar lewat transfer via bank ke rekening balai TNGGP. sebenarnya ada pilihan pada pendaftaran online bahwa anda akan membayar setelah data di validasi, tetapi teman-teman harus mengingat bahwa dibelakang teman-teman masih banyak pendaki yang mengantri untuk mendapatkan simaksi dan bersedia membayar langsung lunas via bank, misalnya bagi agen tur perjalanan. semakin cepat teman-teman membayar maka semakin baik karena teman-teman MUNGKIN dianggap pendaki yang BENAR-BENAR mau mendaki kesana. Andaikan saya adalah petugas balai pun, saya akan memvalidasi mereka yang serius akan mendaki, dimana saya akan melihat apakah teman-teman mentransfer untuk membayar atau tidak. Di dunia maya masih banyak orang iseng sehingga sebaiknya teman-teman harus terlihat lebih serius dibanding mereka.

ketiga. orang yang menjadi ketua kelompok harus orang yang SUDAH PASTI ikut mendaki. format pendaftaran via online ketika saya mendaftar TIDAK MENGIZINKAN data ketua kelompok di edit sehingga andaikata ketua kelompok teman-teman tiba-tiba berhalangan, mungkin saja timbul persoalan terkait pendaftaran. Data anggota kelompok masih bisa ditambahkan atau diedit sehingga andaikata teman-teman mau mendaftarkan anggota baru, hal tersebut masih bisa dilakukan dengan catatan total biaya yang anda transfer masih lebih dari atau sama dengan 30% dari total biaya yang harus teman-teman bayar untuk simaksi tersebut.

keempat. ketika data teman-teman sudah divalidasi, segeralah ke balai TNGGP untuk mengurus simaksi dengan membawa persyaratan yang telah ditetapkan, seperti fotokopi identitas ketua kelompok dan anggota kelompok, uang untuk melunasi pembayaran, surat pernyataan (bisa dibuat di balai), dan lain-lain. untuk diketahui teman-teman, data tim kami yang didaftarkan secara online pada tanggal 14 juni 2014 divalidasi pada tanggal 17 juni 2014 dan pada tanggal 18 juni 2014 dua dari enam orang di tim kami yang akan mendaki pergi ke balai TNGGP untuk mengurus simaksi. Kemudian, sehari sebelum pendakian, yaitu tanggal 24 juni 2014, saya dan salah seorang dari tim kami pergi mendahului empat orang yang lain untuk mengambil simaksi. kami datang ke balai TNGGP hanya untuk mengambil simaksi saja karena simaksi sudah diurus dan mulai dicetak sejak tanggal 18 juni 2014. tahapnya memang menjadi lebih panjang, tetapi hal ini lebih memudahkan kami pada H-1 pendakian.

kelima. berdasarkan pengamatan saya (saya sudah dua kali mendaftar online dan keduanya divalidasi), sekalipun teman-teman mendaftar jauh sebelum mendaki, data teman-teman divalidasi tetap pada H-7 teman-teman mendaki. inilah mengapa teman-teman harus secepatnya mendaftar karena saya memperkirakan bahwa sistem antri pun berlaku disini dan seperti yang saya sebutkan diatas, bayarlah setelah mendaftar untuk "memperkuat" posisi antri anda.

untuk teman-teman yang belum tahu, TNGGP termasuk cagar biosfer di Indonesia yang ekosistemnya masih asli dan diperuntukkan untuk penelitian dan pendidikan. saya sangat menyayangkan begitu banyaknya sampah plastik di wilayah kandang badak (tidak mungkin badak membawa sampah kesana, bukan?), mulai dari yang besar hingga yang kecil. saya menghimbau kepada teman-teman yang mungkin baru pertama kali akan mendaki ke TNGGP untuk tidak MEMBUANG SAMPAH sembarangan SEKECIL APAPUN ukurannya. semoga TNGGP tetap asri sehingga anak cucu kita masih bisa menikmati keasriannya dimasa yang akan datang.

salam lestari!!!















Thursday, August 28, 2014

catatan perjalanan mendaki gunung merapi 2913 mdpl

kami masih dalam agenda double summit merbabu-merapi. setelah selesai mendaki gunung merbabu, kami beristirahat sehari untuk menyiapkan fisik karena kami akan mendaki gunung merapi.




untuk pendakian merapi ini, kami tidak camping sama sekali, melainkan kami tiktok dari desa selo - puncak merapi - selo. kami memulai pendakian kira-kira pukul 23.30 WIB dan terus mendaki hingga pasar bubrah. trek pendakian merapi dari selo terus naik dan sama sekali tidak ada bonus. kelelahan sangat terasa karena kami belum pulih sepenuhnya dari pendakian gunung merbabu. selain itu, angin kencang dan dingin menerpa kami pada saat pendakian dan sangat menyulitkan kami saat itu.

untuk mendaki tanpa tas carrier dengan bawaan yang berat, kami mencapai pasar bubrah kira-kira pukul 04.00 WIB. artinya, kami berjalan menanjak dari desa selo hingga pasar bubrah selama 4,5 jam. kami beristirahat sebentar untuk makan sesuatu dan minum minuman hangat karena saat itu angin bertiup kencang dan temperatur teramat sangat dingin. saya yang sudah menggunakan tiga jaket pun masih kedinginan saat itu.

kemudian, kami memulai summit ke puncak merapi kira-kira pukul 05.00 WIB dan sampai di bibir kawah kira-kira pukul 06.00 WIB. angin bertiup sangat kencang dan temperatur dingin sekali saat itu sehingga kami tidak berlama-lama di puncak merapi dan langsung turun.

setelah angin kencang reda seiring dengan makin teriknya sinar matahari, kami turun kembali ke selo untuk kemudian kembali ke bandung. perjalanan ke merapi kala itu memang terasa berat karena kami tidak menyangka ada angin kencang saat itu dan temperatur begitu menusuk, yang mana kami belum pernah mengalami cuaca seperti demikian di pendakian-pendakian sebelumnya. bersyukur kami bisa pulang kembali ke bandung dalam keadaan selamat.

catatan perjalanan menuju gunung merbabu 3142 mdpl via selo

Mumpung teman-teman lagi libur dari kesibukan studi karena pada saat itu memang sedang masa-masa libur lebaran, maka saya, exaudi, dan widya bertekad untuk double summit merbabu-merapi.  kali ini exaudi membawa teman, yakni ravi.


gunung merbabu adalah gunung yang terletak dijawa tengah. untuk menjangkaunya dari bandung, tim kami naik bus tujuan boyolali. setibanya di boyolali, kami beruntung karena mendapatkan mobil pick up yang baru saja tiba di terminal membawa pendaki dari pos pendakian selo. karena mobil pick up itu mau kembali ke desa selo, kami akhirnya menumpang mobil pick up tersebut.

kami memulai pendakian pukul 14.00. ada tiga pos dan dua pos sabana sebelum puncak merbabu. kira-kira, dari  basecamp ke pos 1 ke pos 2 dan ke pos 3 berjarak masing-masing 1 jam sehingga kami tiba di pos 3 pukul 17.00. kami beristirahat sebentar sambil makan makanan ringan lalu melanjutkan perjalanan kira-kira pukul 17.45. kami tiba di pos sabana 1 pukul 17.00 dan mendirikan tenda.

kami bangun untuk summit attack pukul 03.30 WIB dan setelah persiapan, kami berangkat pukul 04.00 WIB. kami tiba dipuncak kira-kira pukul 06.00 WIB

saat itu sedang masa lebaran sehingga tiket bus sedang mahal-mahalnya. untuk tiket PP bandung - basecamp - bandung kira-kira biaya yang dibutuhkan adalah RP 380.000. untuk logistik dan lain sebagainya kurang lebih menghabiskan Rp 200.000,-

kami mendaki gunung merbabu dibulan agustus, dimana edelweiss untuk region tengah lagi bermekaran. selain itu, cuaca di bulan agustus sangatlah cerah, dan memang kami mengalami cuaca baik, serta sunrise yang sangat cantik. buat teman-teman yang akan mendaki merbabu, harap bawa sampahnya turun saat pulang ya :)

Monday, May 5, 2014

catatan perjalanan ke gunung papandayan 2665 mdpl edisi kedua

ini kedua kalinya saya pergi mendaki ke gunung papandayan. kali ini yang ikut adalah exaudi, widya, dan meli. meli kemudian mengajak seorang temannya (ester) yang masih newbie untuk ikut. kami berlima berangkat dari bandung menuju garut untuk lanjut ke papandayan.



pendakian kali ini diwarnai oleh insiden dimana kami naik bus yang kondekturnya menjanjikan menurunkan kami di pasar cisurupan, ternyata dia menurunkan kami di jalan masuk menuju pendakian gunung cikuray. akhirnya kami kembali ke terminal garut dengan angkot untuk mencari tumpangan ke cisurupan.

kami mulai pendakian cukup sore karena insiden diatas hahaha dan memang waktu itu masih musim hujan sehingga kami sempat kehujanan. kami mulai mendaki pukul 16.00 WIB dari camp david dan sampai di pondok salada kira-kira pukul 17.30 WIB. kami langsung berkemah dan memasak makanan karena cuaca dingin dan sempat kehujanan tadi.

yang paling berkesan dari pendakian ini adalah pemandangan saat sunrise yang memang sangat indah. kami semua berhasil muncak dan kembali lagi ke cisurupan. kami kemudian makan dulu diwarung padang sebelum kembali ke terminal guntur untuk selanjutnya pulang ke bandung.

selamat buat newbie atas gunung pertamanya hahaha


salam lestari