ini kedua kalinya saya pergi mendaki ke gunung papandayan. kali ini yang ikut adalah exaudi, widya, dan meli. meli kemudian mengajak seorang temannya (ester) yang masih newbie untuk ikut. kami berlima berangkat dari bandung menuju garut untuk lanjut ke papandayan.
pendakian kali ini diwarnai oleh insiden dimana kami naik bus yang kondekturnya menjanjikan menurunkan kami di pasar cisurupan, ternyata dia menurunkan kami di jalan masuk menuju pendakian gunung cikuray. akhirnya kami kembali ke terminal garut dengan angkot untuk mencari tumpangan ke cisurupan.
kami mulai pendakian cukup sore karena insiden diatas hahaha dan memang waktu itu masih musim hujan sehingga kami sempat kehujanan. kami mulai mendaki pukul 16.00 WIB dari camp david dan sampai di pondok salada kira-kira pukul 17.30 WIB. kami langsung berkemah dan memasak makanan karena cuaca dingin dan sempat kehujanan tadi.
yang paling berkesan dari pendakian ini adalah pemandangan saat sunrise yang memang sangat indah. kami semua berhasil muncak dan kembali lagi ke cisurupan. kami kemudian makan dulu diwarung padang sebelum kembali ke terminal guntur untuk selanjutnya pulang ke bandung.
di dalam komunitas kristen, sering kita melihat orang mengucapkan doa makan seperti, " Ya Tuhan, berkatilah makanan ini agar berguna bagi tubuh kami, amin" atau segala variasinya. inti doanya adalah memohon kepada Tuhan agar memberkati makanan yang telah tersedia. ketika saya memikirkan hal ini, ternyata ada sesuatu yang lucu dan membuat saya tersenyum sendiri. berikut penjelasannya.
mari kita meninjau matius 4 : 45 yang berbunyi demikian : "karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang jahat dan orang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.". konteks dari ayat itu berkaitan dengan bagaimana kita memperlakukan musuh kita. kita dapat melihat bahwa sekalipun ada orang jahat dan orang baik didunia ini, Allah tidak pilih-pilih ketika hendak menurunkan hujan atau menerbitkan matahari. artinya bahwa semua orang yang berada dimuka bumi ini berada dalam pemeliharaan Tuhan. artinya, Allah mengasihi semua orang yang berada dimuka bumi ini tanpa terkecuali. jikalau Allah mengasihi semua orang, mengapa ada diantara kita yang membenci salah satu diantara mereka?
saya akan menarik sebuah esensi lain dari ayat tersebut. jika Allah mengasihi setiap manusia dimuka bumi ini tanpa terkecuali dengan menerbitkan matahari dan memberi hujan, pastilah Allah pun menyediakan berkat makanan bagi semua orang jahat maupun orang baik tanpa terkecuali. letak ide utamanya adalah Allah menyediakan berkat (matahari, hujan, makanan, dll) bagi semua orang tanpa terkecuali. mari kita simpulkan bahwa sejak mulanya, makanan merupakan BERKAT Tuhan.
hal itulah yang membuat saya tersenyum. mengapa kita berdoa meminta Tuhan memberkati makanan yang sedianya adalah berkat-Nya sendiri? saya merasa hal ini lucu karena makanan yang sudah diberkati Tuhan, atau makanan yang adalah berkat Tuhan ternyata didalam doa kita justru meminta Tuhan untuk memberkatinya. saya pun akhirnya bingung bagaimana melogikakan "memohon pada Tuhan memberkati berkat Tuhan" padahal makanan itu sejak mulanya sudah diberkati (merupakan berkat) oleh-Nya.
yang saya pikirkan bahwa sebagai umat Tuhan sebaiknya kita cukup bersyukur kepada-Nya atas makanan yang sudah tersedia didepan kita ketika kita hendak berdoa sebelum makan bersama. mungkin sepele, tetapi esensial. makanan yang merupakan berkat Tuhan sudah semestinya kita syukuri; kita bersyukur bahwa makanan yang adalah berkat Tuhan itu sekarang sudah tersedia didepan kita dan hendak kita makan.
satu hal lagi yang lucu adalah ketika ada orang berdoa seperti ini : " Ya Tuhan berkatilah makanan kami ini supaya berguna bagi tubuh kami, amin" atau segala variasinya. bukankah Tuhan menciptakan dan memberkati makanan supaya ada sumber energi bagi manusia untuk melanjutkan kehidupan biologisnya dimuka bumi? sudah pasti makanan yang baik akan berguna bagi tubuh kita dan tugas kita sebagai umat Tuhan adalah mensyukurinya.
2013 sudah berlalu, 2014 telah
datang. Banyak cerita yang telah kita lalui di tahun 2013 dan tentu saja akan
ada banyak cerita menanti di tahun 2014. Kita akan banyak bertemu orang baru,
termasuk dalam hal pelayanan kita dimanapun. Dalam tulisan ini, ada suatu
bagian di dalam alkitab yang mungkin layak untuk dibahas.
Diantara 12 orang murid-murid Yesus yang
selalu berjalan bersama-sama dengan Dia, ada dua orang diantara mereka yang
menarik bagi saya. Kedua orang itu adalah simon petrus dan Yudas iskariot.
Simon petrus merupakan murid
Yesus yang bertemu Yesus ketika Yesus sedang berjalan menyusuri danau galilea.
Simon petrus adalah seorang nelayan pada saat itu. Ia memiliki perahu dan jala.
Pada dasarnya simon petrus tidak termasuk orang miskin karena pekerjaan sebagai
nelayan pada saat itu termasuk menjanjikan. Simon petrus dalam hemat saya
termasuk seorang yang kolerik. Dia sangat berapi-api dan emosional. Ia termasuk
orang yang dapat bimbang dengan mudah. Banyak catatan menarik di alkitab
tentang simon petrus. Beberapa catatan menjelaskan bagaimana ia akan tenggelam
ketika ia meminta Yesus agar mendapatkan-Nya dengan berjalan diatas air. Disisi
lain, didalam pengakuannya mengenai siapa Yesus, Yesus mengatakan bahwa Bapa
yang menyatakan semuanya kepada petrus dan kepada petrus diberikan kunci
kerajaan surga. Disisi lain juga, petrus pernah ditegur Yesus ketika Ia
memberitahukan kematianNya dengan berkata “enyahlah iblis!”
Kemudian, petrus pun termasuk
murid yang mendapat “hak istimewa” melihat Yesus berubah rupa dan berbicara
dengan musa dan elia dipuncak gunung. Tercatat juga bahwa petrus menyangkal
Yesus sebanyak tiga kali ketika penyaliban Yesus. Kelak ketika pencurahan roh
kudus, ia berkhotbah luar biasa dan banyak orang yang bertobat. Namun, sesaat
sebelum akhir hidupnya, ia sempat ingin melarikan diri dari roma dan kemudian
bertemu seseorang dijalan yang ingin disalibkan kedua kali di roma. Akhirnya
petrus kembali ke roma dan disalibkan dengan salib berbentuk X dengan kepala
berada dibawah. Kita dapat melihat betapa jatuh bangunnya simon petrus dalam
kehidupannya.
Bagaimana dengan Yudas Iskariot?
Sejak pemanggilan kedua belas rasul, yudas iskariot sudah tercatat sebagai
orang yang kelak akan berkhianat. Namun, seperti apa gerangan Yudas iskariot
ini?
Dalam rombongan Yesus, yudas
iskariot bertugas sebagai bendahara. Lalu lintas uang dari rombongan tersebut
diatur oleh yudas iskariot. Tidak seperti simon petrus yang emosional, Yudas
iskariot adalah orang yang rapi dan telaten dalam bekerja. Itulah mengapa dia
ditunjuk sebagai bendahara karena kerapihannya dalam mengatur uang, sementara
ada matius pemungut cukai yang jelas berpengalaman dalam mengatur uang. Ia tidak
banyak bicara dan terlihat tenang. Namun, ia ternyata suka mengambil uang dari
perbendaharaan. Ia pun pernah gusar ketika Yesus diurapi di betania dengan
minyak yang mahal dan berpendapat lebih baik minyak tersebut dijual dan uangnya
dapat digunakan untuk melayani orang miskin. Dalam hal ini sebenarnya dia tidak
bertujuan untuk ingin menolong orang miskin, tetapi hanya merasa sayang dengan
pemborosan minyak yang mahal tersebut. Di balik ketenangan dan kekaleman seorang
yudas iskariot, ia adalah koruptor dalam kelompok itu. Namun, sejauh itu, hanya
Yesus yang mengetahui bahwa ia akan berkhianat.
Hal menarik dapat dilihat ketika
Yesus sedang makan paskah dengan murid-muridNya. Coba kita perhatikan reaksi
murid-murid ketika Yesus berkata bahwa ada salah satu dari mereka yang akan
menyerahkan Dia. Murid-murid-Nya berkata seorang akan yang lain, “bukan aku, ya
Tuhan”. Tidak adakah yang menyangka bahwa Yudas iskariot orangnya? Disini kita
melihat, bagaimana Yudas sangat terlihat baik diantara murid-murid yang lain
sehingga ketika Yesus berkata demikian tidak ada satupun akan mencurigai bahwa
yudaslah orangnya, bahkan masing-masing murid semakin mawas diri jangan-jangan
diri merekalah orangnya.
Yudas kemudian menyerahkan Yesus
dengan sebuah ciuman sebagai penanda, dimana sebenarnya ciuman diberikan kepada
seseorang sebagai suatu bentuk penghormatan. Namun, pada akhirnya Yudas
mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Petrus dalam semasa hidupnya
terkesan sering sekali melakukan kesalahan, bahkan kesalahan fatal pun pernah
dilakukannya. Sementara itu, Yudas dalam semasa hidupnya terlihat baik dimata
orang lain. Kedua kisah orang ini berakhir dengan kematian tragis, tetapi kita
tetap bisa menilai siapa yang berkenan kepada Tuhan.
Hal ini bukanlah sesuatu yang
dapat dipertimbangkan sebagai suatu teori yang paten karena hal ini hanyalah
sebuah kasus. Namun, dengan mempertimbangkan kisah petrus dan yudas iskariot
ini sebagai paradoks, kita dapat melihat bahwa tidak semudah apa yang kita
pikirkan menilai seseorang hanya dengan melihat apa yang tampak dari luar. Faktanya
adalah kita tidak bisa menilai seperti apa kedalaman hati seseorang. Hati
manusia berada ditempat yang sangat tersembunyi dan hanya Dia yang berada di
tempat tersembunyi yang dapat mengetahuinya. Lalu bagaimana dengan kita? Yang
kita bisa lakukan adalah mengasihi, bukan menghakimi. menganggap seseorang
tidak baik padahal ia bermaksud baik adalah bentuk penghakiman. Menganggap
seseorang baik padahal maksudnya tak baik pun adalah bentuk penghakiman juga.
Yang juga bisa kita lakukan adalah tidak bosan-bosannya menegur dan selalu
tetap menyatakan kepedulian sama seperti Yesus peduli pada simon petrus
sekalipun simon petrus sering melakukan kesalahan.
gunung anak krakatau adalah salah satu gunung berapi yang ingin saya coba untuk kunjungi. Namun, setelah saya melakukan survei bagaimana mencapai gunung ini, sepertinya jalan sendiri itu berat, aku takkan kuat #lah hehehe akhirnya saya mengikuti suatu open trip untuk menuju kesana.
saya naik bus dari bandung menuju pelabuhan merak sebagai meeting point untuk open trip ini. kami berangkat dengan kapal kira-kira pukul 03.00 WIB dan sampai pada pagi hari di pelabuhan bakauheni. selanjutnya kami naik angkot carteran yang sudah disediakan penyedia jasa trip menuju pelabuhan canti. nah, dari pelabuhan canti ini kami naik kapal menuju pulau sebesi karena disanalah kami akan menginap.
setelah meletakkan barang-barang dipulau sebesi, kami lalu berlayar ke gunung anak krakatau. pantai disana berpasir hitam yang berasal dari pasir gunung berapi. kami hanya bisa naik ke titik aman, yakni ketinggian 213 mdpl (kurang lebih) dan tidak boleh naik ke puncak karena gunung anak krakatau saat itu masih aktif dan tubuh gunungnya mengeluarkan asap dan temperaturnya sangat tinggi.
setelah ke gunung anak krakatau, kami dibawa ke perairan lagoon cabe di belakang gunung rakata untuk snorkeling. terumbu karang disini cukup bagus sekalipun perairannya agak dalam.
sepulang dari snorkeling di lagoon cabe, kami kembali ke pulau sebesi untuk bersih-bersih dan makan malam. malam itu juga kami disediakan barbeque oleh penyedia jasa trip berupa ikan bakar dan seafood bakar.
keesokan harinya, kami pergi snorkeling ke perairan dekat pulau sebuku. terumbu karang disana masih bagus dan perairannya cukup dangkal. selanjutnya kami dibawa ke pulau umang-umang lalu kemudian kembali ke pulau sebesi untuk bertolak kembali ke pelabuhan canti. kami sempat membeli oleh-oleh khas lampung sebelum kembali ke bakauheni untuk kemudian menyeberang ke pelabuhan merak.
pelayanan penyedia jasa trip menurut saya cukup baik. harga yang dibayar dengan fasilitas yang disediakan bisa dibilang sesuai. memang pada saat menginap di pulau sebesi, disana memang terbatas fasilitasnya, seperti listrik. di tempat kami menginap juga banyak nyamuk, tapi disitulah tempat paling baik diseluruh sebesi untuk menampung banyak orang (tidak ada pilihan lain lagi). jadi buat teman-teman yang mau kesana, harap membawa anti nyamuk, atau jika memang tidak merasa nyaman tidur beramai-ramai, bisa bawa tenda sendiri karena halaman rumah tinggal itu cukup luas.
papandayan merupakan salah satu gunung api yang terdapat dijawa barat dengan ketinggian 2665 meter diatas permukaan laut. kali ini saya akan menceritakan sedikit perjalanan saya ke gunung papandayan.
perjalanan ini bermula ketika saya sedang mencari rekan-rekan sesama pendaki lewat media sosial yang akan mendaki papandayan pada tanggal 19 oktober 2013. Namun, karena sesuatu dan lain hal saya membatalkan pendakian di tanggal tersebut dan memutuskan untuk mendaki seminggu kemudian. Kemudian, lewat twitter saya berkenalan dengan seorang teman yang akan mendaki papandayan pada tanggal 26 oktober 2013. Singkat cerita saya mengikuti tim mereka. kami sepakat bertemu di terminal cicaheum pada tanggal 26 oktober 2013 pukul 05.00 WIB. Setelah saya berkenalan dengan anggota tim yang lain, kami berdua belas berangkat menuju terminal guntur digarut dengan bus "mio". Busnya tidak berAC. Uang yang harus kami keluarkan untuk ongkos bus menuju terminal guntur adalah Rp 15.000,-. diantara kami semua tidak ada satupun yang pernah ke papandayan sebelumnya.
Tiba di terminal guntur, garut
Umumnya banyak supir angkot disekitar terminal guntur yang menawarkan jasa carter angkot untuk membawa pendaki ke simpang cisurupan, tidak terkecuali kami yang begitu tiba di terminal guntur dengan tas carrier yang dengan cepat dikenali oleh para supir angkot tersebut sebagai pendaki yang akan menuju papandayan. Namun, salah seorang dari tim sudah menghubungi seorang temannya di garut untuk mengantar kami sampai ke pos papandayan sehingga kami tidak menyanggupi tawaran supir angkot yang datang. Kemudian, kami mengendarai angkot yang sudah dicarter sebelumnya oleh teman dari salah seorang dari tim kami dan kami membayar Rp 5000,- perorang untuk mengantar kami ke sebuah rumah di garut. Rumah ini merupakan tempat dari orang yang akan membantu kami sampai ke pos papandayan dengan jarak perjalanan kira-kira 1 jam dari terminal guntur.
Tim beristirahat sejenak
menuju gerbang papandayan dengan mobil pick-up
setelah tiba dirumah tersebut, kami beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan menuju pos papandayan dengan mobil pick-up. untuk mpbil pick-up, kami membayar masing-masing sebesar Rp 25000,-. kami tiba di pos papandayan sekitar pukul 12.00 WIB dan memulai pendakian kira-kira pukul 12.15 WIB setelah membayar tiket masuk sebesar Rp. 2000,-.
Setelah melewati gerbang Cisurupan
Pos Penjagaan Gerbang Papandayan
di parkir papandayan, sebelum mendaki
kami mendaki dengan santai sembari teman-teman yang lain bersenda gurau. jalur pendakian tidak terlalu sulit karena cukup landai. tujuan pertama adalah pondok salada. pondok salada bisa dilewati melalui dua jalur. jalur pertama yaitu jalur yang belok ke kiri setelah kawah menuju hutan mati, dan jalur kedua adalah jalur yang belok kekanan setelah kawah dimana kita akan melihat landscape pemandangan gunung yang cantik. kami memilih belok ke kanan. setelah turunan, kami diperhadapkan pada suatu tanjakan yang cukup curam, tetapi pendek. perlu diketahui bahwa untuk menuju pondok salada bisa juga digunakan sepeda motor, sejenis motor trail atau yang lainnya. setelah tanjakan curam yang pendek ini kita bisa melihat landscape gunung papandayan dari kejauhan. kemudian, kami melanjutkan perjalanan menyusuri jalan berbatu selebar mobil. Setelah mengikuti petunjuk dimana pondok salada berada, kami menyusuri jalan setapak dan akhirnya sampai di pondok salada sekitar pukul 15.30 WIB dan mendirikan tenda. perjalanannya terkesan sangat lama karena memang kami banyak beristirahat.
kawah papandayan
sedikit menanjak
suatu sisi lanskap papandayan
pondok saladah lewat sini!
tiba di pondok saladah
setelah beristirahat dan berfoto ria sejenak, kami mendirikan tenda. setelah mendirikan tenda, saya dan fahmi menuju hutan mati untuk mencari kayu bakar. Ada aturan main dalam mencari kayu bakar di hutan mati. pendaki tidak boleh mengambil kayu bakar dengan mematahkan batang kayu yang sudah mati yang masih tegak berdiri. pendaki hanya boleh mengambil kayu yang sudah jatuh ketanah. setelah mendapatkan kayu bakar, kami kembali ke tenda dan memasak makanan karena kami belum sempat makan siang sebelumnya.
pondok saladah, tempat camping bagi pendaki papandayan
dikala edelweiss pondok saladah menyapa
hutan mati
malam telah tiba, saya membakar kayu untuk perapian. akhirnya, malam diisi dengan gurauan teman-teman anggota tim dan sesekali disertai cerita horor oleh herman. waktunya tidur tiba, kami yang sudah mengantuk kemudian tidur. kami berencana bangun esok hari pukul 03.00 untuk summit attack.
esok harinya, pukul 03.00 WIB saya sudah bangun dan membangunkan yang masih tidur. setelah bersiap-siap, kami mulai berangkat menuju tegal alun pukul 04.00 WIB. suasana yang berkabut membuat kami kebingungan sehingga saya diminta untuk berjalan didepan karena hari sebelumnya saya sempat ke hutan mati. kemudian, kami tiba dihutan mati dan mulai mencari jalan menuju tegal alun. suasana yang berkabut memang menyulitkan sehingga ketika tim istirahat saya harus berjalan sebagai pendahulu untuk mencari jalan setapak. setelah sampai di ujung kompleks hutan mati, ternyata ada sekumpulan pendaki yang kembali ke hutan mati karena keliru memilih jalan. akhirnya saya dengan pemimpin rombongan tadi mulai mencari jalan dan akhirnya kami menemukannya. kami terus berjalan dengan sesekali beristirahat. akhirnya kami bertemu dengan tanjakan yang cukup curam yang dinamakan tanjakan mamang. jarak lurusnya kira-kira sekitar 150-250 meter. setelah melewati tanjakan mamang, kami berjalan selama beberapa menit dan akhirnya sampai di tegal alun. kami sampai ditegal alun kira-kira pukul 05.20 WIB.
sebelum memasuki tanjakan mamang
dikala edelweiss tegal alun menyapa
tidak mungkin tidak mengambil gambar pribadi :D
menghadap ke timur
selama berkeliling tegal alun, saya bertemu dengan beberapa orang pendaki juga dan mengajak saya ke puncak. semula saya ragu untuk ikut, tetapi karena penasaran akhirnya saya pergi ke puncak dengan hanya membawa kamera tanpa logistik sedikitpun. saya berangkat sendirian dari tegal alun sekitar pukul 06.00 WIB saya terus berjalan melewati hutan yang vegetasinya cukup tinggi, setinggi badan saya. hujan yang turun malam sebelumnya menyebabkan vegetasi sekitar jalan setapak menjadi basah dan ikut membasahi pakaian yang saya kenakan. setelah terus berjalan dengan cukup cepat akhirnya saya tiba di ketinggian 2622 mdpl. saya sempat melanjutkan perjalanan untuk mencari puncak 2665 mdpl, tetapi akhirnya saya berbalik arah karena kondisi yang berkabut, ditambah lagi kacamata saya basah sekali sehingga tidak saya gunakan dan saya tidak membawa logistik apapun. akhirnya, setelah kembali ke ketinggian 2622 mdpl, saya bertemu dengan pendaki yang tadinya bertemu di tegal alun. setelah berfoto sebentar, saya kembali ke tegal alun. saya tiba di tegal alun pukul 07.00 WIB. kemudian, saya melanjutkan perjalanan sendirian ke pondok salada dengan sesekali berlari ketika ada turunan bersih dan tiba di pondok salada pukul 07.30 WIB dan memasak makan pagi.
jurang yang tertutup kabut di samping jalan setapak menuju puncak
puncak 2622 mdpl gunung papandayan
akhirnya anggota tim lain menyusul saya ke pondok salada dan kami langsung memasak makanan. setelah makan dan membereskan tenda, kami berangkat kembali menuju pos papandayan. kami meninggalkan pondok salada kira-kira pukul 14.00 WIB. kali ini, kami pulang tidak melewati jalur yang kami tempuh sebelumnya untuk ke pondok salada, tetapi kami pulang melewati hutan mati mengikuti pendaki yang lain. setelah sampai di ujung hutan mati, kami beristirahat sambil berfoto sejenak. Akhirnya, kami turun ke jalan setapak disekitar kawah dan berjalan hingga tiba di pos papandayan kira-kira pukul 15.30 WIB. setelah beristirahat, makan makanan yang dijajakan di pos papandayan, dan membeli sejumlah oleh-oleh, kami berangkat dengan mobil pick up menuju simpang cisurupan dengan membayar masing-masing sebesar Rp 20000,-. setelah sampai disimpang cisurupan, kami naik angkot ke terminal guntur dengan membayar masing-masing sebesar Rp 12000,-. Setelah di terminal guntur, kami melanjutkan perjalanan ke bandung dengan bus "mio" dengan membayar ongkos masing-masing sebesar Rp 13000,-. kami meninggalkan terminal guntur kira-kira pukul 18.30 WIB dan sampai diterminal cicaheum kira-kira pukul 21.00 WIB.
kembali pulang
menjejak di hutan mati sebelum pulang
kawah papandayan dilihat dari hutan mati
dikala cantigi menyapa
tim beristirahat sebelum menuju bandung
beberapa menit setelah tiba kembali di pos papandayan
jangan ambil sesuatu kecuali gambar
jangan bunuh sesuatu kecuali waktu
jangan tinggalkan sesuatu kecuali jejak
tiada perjalanan tanpa oleh-oleh
biasanya pendaki yang mendaki papandayan hanya mendaki sampai tegal alun saja karena di puncak papandayan tidak terdapat sesuatu yang berarti (menurut keterangan beberapa pendaki). saya yang tiba di titik 2622 mdpl pun tidak menemukan sesuatu yang berarti selain sebuah tiang bendera pendek dan jurang yang tertutup oleh kabut. jadi, teman-teman yang memang ingin mendaki papandayan hendaknya sudah menentukan sebelumnya tempat-tempat yang dituju selama mendaki papandayan.
total biaya untuk transportasi yang saya keluarkan adalah RP 90000,- untuk rute bandung (terminal cicaheum) - papandayan - bandung (terminal cicaheum). saya menyediakan sendiri logistik saya dan menghabiskan kira-kira Rp 100000,-. Jadi, bisa diperkirakan bahwa untuk mendaki papandayan dari bandung cukup membudgetkan dana dengan kisaran Rp 200000,- sampai 300000,- per orang untuk dua hari.
untuk durasi mendaki, pos papandayan - pondok salada ditempuh dalam waktu 2 jam 15 menit, pondok salada - tegal alun di tempuh dalam waktu 1 jam 20 menit dan tegal alun - puncak 2622 mdpl - tegal alun ditempuh dalam waktu 1 jam.
sekian resume pendakian kali ini, semoga bermanfaat bagi bloggers sekalian.