Sunday, September 16, 2012

Kegoyahan iman Yohanes Pembaptis


Fokus : matius 11 : 2 – 6 ; Lukas 7 : 18-23 ; yohanes 1 : 29 - 34

Kedua perikop diatas melibatkan beberapa pelaku, di antaranya Yesus, Yohanes Pembaptis, dua orang murid yohanes, para pesakitan, dan orang banyak. Kronologi kejadiannya (dalam alur maju), ketika Yesus sedang menyembuhkan orang-orang sakit (Lukas 7 : 21), dua orang murid yohanes datang dan bertanya kepada Yesus suatu pertanyaan yang merupakan sebuah PESAN (pertanyaan titipan) dari yohanes pembaptis sendiri (Lukas 7 : 19). Pertanyaan itu adalah, “Engkaukah yang akan datang itu (yang akan datang, merujuk pada mesias ) atau haruskah kami menantikan orang lain (matius 11 : 3)”. Yesus menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban yang tertera pada matius 11 : 4 - 6, “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat : orang  buta melihat, orang lumpuh berjalan, prang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”


Pada perikop di kitab Lukas tentang fokus kali ini, kejadiannya mungkin terjadi masih didaerah nain karena perikop sebelum Lukas pasal 7 : 18 -  35 Yesus berada di Nain dan membangkitkan seorang anak muda disana, selanjutnya lebih jelas pada bagian berikut.

Mari sebelumnya kita meninjau lokasi kejadian. Menurut alkitab KJV, Lukas 7 : 16 berbunyi “and there came a fear on all : and THEY glorified God, saying, that a great prophet is risen up among us ; and, God hath visited his people”. Perhatikan kata they yang digunakan pada ayat diatas. Pada Lukas pasal 7 ayat 19 versi KJV terdapat kata them, yang lebih lengkapnya, “ and John calling unto him two of his disciples sent them….”. pada Lukas 7 : 21 versi KJV disana ditulis, “and in the same hour he cured many of their infirmities….” Kata their pada ayat 21 lebih menjurus dan menjelaskan orang-orang yang disebut dengan THEY pada Lukas 7 : 16. Dari sini bisa saja disimpulkan bahwa kejadian ini terjadi dikota (city, KJV version) Nain.

Adalah suatu hal yang menarik mengapa beberapa penerjemah kemudian mengeluarkan statemen bahwa Yohanes mengalami ujian iman dan mengalami kegoyahan iman. Ps Peter Youngren dalam salah satu khotbahnya pun ia berkata terkait perikop ini bahwa, “yohanes pembaptis menjadi kecil hatinya…” mengapa demikian? Mari disimak ulasannya.

Mari sebelumnya kita melihat siapa yohanes pembaptis. Ia merupakan anak laki-laki dari pasangan zakharia dan Elisabeth. Ia merupakan seorang asketis, seseorang yang tinggal menyendiri di padang belantara. Ia mengenakan jubah dari bulu unta dan ikat pinggang dari kulit (ia terlihat berbeda dibanding orang lain karena pada era yohanes, masyarakat pada umumnya menggunakan baju tenunan, bukan baju dari kulit unta). Ia memakan belalang (locust : a type of large insect of the grasshopper family ; English dictionary) dan madu hutan (wild honey ; KJV). Kehadiran Yohanes pembaptis sendiri merupakan penggenapan suatu nats dari kitab Yesaya yang berbunyi :
“ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun :
Persiapkanlah jalan bagi Tuhan,
luruskanlah jalan bagi-Nya”

Lalu, mengapa bisa dikatakan iman yohanes pun pernah goyah (“kecil hatinya”)? Barangkali sebelum melangkah lebih jauh, kita harus meninjau yohanes pasal 1 : 29 – 34. Pada ayat 29 yohanes berkata, “lihatlah anak domba Allah (behold the ‘Lamb of God’ = Gelar Yesus = Christ = Mesias = dipilih oleh Allah menjadi penyelamat dan Tuhan ; lih. Kamus alkitab ‘Kristus’) yang menghapus dosa dunia (which takenth away the sin of the world). Ayat ini menjadi suatu rujukan, suatu statement dimana dapat disimpulkan bahwa sejak awal bertemunya Yohanes dengan Yesus disungai Yordan, Yohanes sudah mengetahui, dengan sadar ia mengaku  orang yang sedang berhadapan dengannya saat itu adalah Mesias = Yesus = Kristus = Yang diurapi oleh Allah.

Kemudian, terjadi suatu kejadian sebagai berikut. Yohanes pembaptis dipenjara sekalipun tidak melakukan kejahatan. Ia dipenjarakan oleh Herodes karena herodes tersinggung  oleh perkataan yohanes bahwa tidak halal kalau herodes mengambil Herodias menjadi istrinya.

Mari kita kembali ke Lukas 7 : 19-23. Ketika murid yohanes menanyakan tentang pertanyaan yang diminta yohanes untuk ditanyakan kepada Yesus, KJV menulis pada Lukas 7 : 21 demikian, “and in that same hour He cured many of their infirmities and plagues, and of evil spirits; and unto many that were blind He gave sight”. Hal ini menandakan bahwa pada saat murid-murid Yohanes menanyakan hal tersebut, mereka sembari menyaksikan serangkaian mujizat yang dilakukan Yesus pada saat itu.

Sekali lagi dipertanyakan, mengapa yohanes bisa disimpulkan mengalami kegoyahan iman? Hal tersebut nampak pada jawaban Yesus kepada kedua murid Yohanes pada ayat 22 dan 23, yaitu “22Then Jesus answering said unto them, go on your way, and tell John what things ye have seen and heard; how that the blind see, the lame walk, the lepers are cleansed, the deaf hear, the dead are raised, to the poor the gospel is preached. 23 and blessed is he, whosoever shall not be offended in Me.” Perhatikan kata “Jhon” dan “he”. Kata he tersebut pada NIV diterjemahkan ke “anyone”, yang bunyinya, “Blessed is anyone who does not stumble on account of me.” Saya mengambil irisan dari kedua jenis terjemahan ini bahwa Yesus berkata demikian secara UMUM – bersifat implisit - untuk semua orang, tetapi secara KHUSUS ditujukan kepada Yohanes. Mengapa? Sederhana. Yesus pada saat mengatakan itu, yang menjadi lawan bicaranya adalah murid-murid Yohanes, bukan? Kita mengakui kemahakuasaan dan kemahatahuan Yesus. Dapat disimpulkan, Yesus saat itu mengetahui apa yang sedang terjadi dengan Yohanes, termasuk kondisi hati dan imannya, bukan?

Sebagai komparasi, berikut ini adalah tulisan Wayne Jackson, seorang penulis dari the Christian courier. 
When John asked: “Shall we look for another?” he employed the term “heteros”, which generally suggests “another of a different sort.”
Had the Lord not fulfilled the expectations John entertained? Had the Baptizer hoped that Jesus would be a different kind of ruler, and perhaps usher in a political regime — a longing entertained by many Jews (cf. Jn. 6:15; Acts 1:6)? This is a distinct possibility.

Mari kita lakukan komparasi. Pada saat di sungai Yordan, Yohanes mengakui bahwa Yesus adalah mesias. Namun, disisi lain, ketika ia sedang dipenjara, ia justru menyuruh kedua muridnya untuk bertanya kepada Yesus apa IA benar mesias atau mereka harus menunggu yang lain (look for we another ; KJV). Logika sederhana. Ini adalah suatu hal yang sangat bertentangan, dimana Yohanes mengakui sebelumnya bahwa Yesus adalah Mesias, tetapi kemudian ia malah ragu bahwa Yesus adalah Mesias. Inilah mengapa kemudian disimpulkan bahwa yohanes pun mengalami kegoyahan iman.

Pertanyaan lanjutan, mengapa Yohanes bisa mengalami hal yang demikian? Berikut ini adalah sebuah penggalan paragraf dari tulisan wayne Jackson tentang ini. 

“There are several thoughts that come to mind at this point. For one thing, this text demonstrates that even a great and brave person can have moments of confusion. Earlier, John had emphatically affirmed his confidence in Jesus as the Son of God (Jn. 1:29ff). But the great prophet has gone through much trial. His faith was being sorely tested (or perhaps more accurately, his patience). John might have pondered: “Why am I in this dismal prison? Where is the judgment that Christ promised to render upon evil-doers?” (cf. Mt. 3:10).”

Mari kita kembali ke kejadian dimana yohanes dijebloskan kedalam penjara. Lukas 7 : 18 berbunyi, “ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya,” , bandingkan dengan matius 11 : 2 yang berbunyi, “didalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus,”. Dapat disimpulkan, Yohanes mengetahui pekerjaan apa saja yang dilakukan Yesus ketika ia dipenjara dari kedua muridnya. Pekerjaan apa sajakah itu? Perikop-perikop sebelum Lukas 7 : 18-23 menjelaskan bahwa Yesus melakukan berbagai hal, yaitu menyembuhkan, membangkitkan orang mati, mengajar, dan lain sebagainya. Lalu, mengapa hal demikian justru membuat yohanes menjadi bimbang?

Menarik bagi saya mengapa pada Lukas 7 : 23 KJV berbunyi demikian, “blessed is he, whosoever shall not be offended in Me”. Perhatikan kata offended. Offended merupakan bentuk pasif dari offend yang memiliki definisi to make feel upset or angry, yang kemudian diartikan ke bahasa Indonesia sebagai “menyinggung perasaan”, yang kemudian diterjemahkan oleh LAI sebagai “kecewa” dan sebagai konsekuensi atas goyahnya iman yohanes, maka ditambahkan kata “menolak” pada Lukas 7 : 23 tersebut.

Pertanyaan lanjutan, mengapa Yohanes kecewa terhadap Yesus? Berikut ini ada sedikit tulisan dari David J. Stewart tentang perikop ini. 

Despite John the Baptist's uncompromising stand against sin, and His genuine loyalty for the Savior, he became discouraged in Luke 7:19-20. John was now in prison. 

I can here John saying to himself ... “I've given my very best to God, and look where I end up. I don't get it. I mean, God can do anything, and yet I'm rotting in this stinking prison cell. Jesus can perform all those miracles, but he can't get me out of prison. I thought He was my friend. Is this what I get for serving God?”

Notice again what Luke 7:20 states, “John Baptist hath sent us unto thee, saying, Art thou he that should come? or look we for another?” Wow! John was so discouraged that he even questioned weather Jesus was the Savior. He literally sent his disciples to ask Jesus if they should look for another Christ. This is amazing! The very man of God who presented Jesus as the “Lamb of God,” is now wondering if perhaps he made a big mistake? Poor John, he was really having a bad time in prison. He wasn't singing in prison like Paul and Silas (Acts 16:25). John was discouraged.

Don't be too hard on John, he was just a man. Perhaps you have felt that way at times in your Christian life.  It's very easy for us as believers to get upset with God, because we know what God can do. We know and believe that God spoke the world into existence with the very Word of His mouth (2nd Peter 3:5). Yet, it is easy to ask ourselves at times ... “why won't God help me or make my life better?”

I don't think John lost his faith while in prison, I think he was just discouraged. I don't think John ever doubted Who Jesus was; but rather, he wanted Jesus to know that he was discouraged. I think most genuine Christians can relate to John's situation. Many believers sincerely serve God, but things turn out bad. Instead of putting God on trial as the unsaved world does, we need to learn to trust the Lord. God is the Potter, we are the clay (Isaiah 64:8).

If the greatest man born among women can become utterly discouraged, then so can anyone. 

Pada saat Yohanes dipenjara, ia kesepian. Hanya kedua muridnya yang menemaninya. Hal ini dibuktikan dengan diperbolehkannya kedua murid Yohanes untuk masuk kedalam penjara dan menerima pesan yohanes untuk ditanyakan kepada Yesus. Selain itu, Yesus tidak memberi tanggapan apapun kepada yohanes ketika ia sedang dipenjara. Hal itu besar kemungkinannya karena pada saat Yohanes dipenjara, Ia tidak dilawat/dibesuk oleh Yesus karena Yesus sangat sibuk dengan berbagai pekerjaanNya (dapat kita lihat diperikop-perikop sebelum Lukas 7 : 18-23). Adalah sesuatu yang dipertanyakan oleh yohanes mengapa ia mengalami hal yang demikian (dipenjara) sementara mesias yang sudah datang justru tidak datang melawat dia. Perlu diketahui bahwa umur pelayanan yohanes pembaptis lebih singkat dibanding Yesus karena pada saat dipenjara, Herodes terpaksa memenuhi permintaan anak Herodias untuk memenggal kepala yohanes pembaptis.

Mari kita perhatikan Lukas pasal 7 ayat 28 yang berbunyi, “Aku berkata kepadamu : diantara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorangpun yang lebih besar daripada yohanes, namun yang terkecil dalam kerajaan Allah lebih besar dari padanya.” Pada KJV dituliskan, “For I say unto you, among those that are born of women there is not a greater prophet than John the Baptist: but he that is least in the kingdom of God is greater than he.”

Mari kita beranalogi. Jika Yohanes pembaptis saja bisa goyah imannya, apalagi kita. Mungkin ketika kita sedang mengalami ujian dan saking beratnya menanggung ujian itu, kita sering akan bertanya mengapa tidak ada jalan keluar? atau yang lebih tajam, mengapa Tuhan tak kunjung menolong? Atau bisa seperti ini, apa benar ini adalah kehendak Tuhan?

Lihatlah nabi-nabi besar di era perjanjian lama, Abraham, musa, elia, mereka pun pernah mengalami keadaan dimana mereka berada pada suatu titik yang rendah dalam kehidupan iman mereka. Dapat disimpulkan, tidak ada satu manusiapun yang lolos dari ujian iman. Dari era perjanjian lama sampai era Yesus, Yesuslah yang merupakan contoh paling kongkrit bagaimana IA mengalami pencobaan, tetapi tidak jatuh.

Ambil suatu contoh. Mungkin anda sedang bergumul untuk sebuah pekerjaan dan kemudian anda mendapatkannya. Namun, ketika mulai datang kesulitan dan sepertinya tak bisanya diatasi, anda malah bertanya kepada Tuhan, “apakah benar ini kehendakMu, ya Tuhan?” anehnya, bukankah anda sebelumnya sudah bergumul? Pergumulan anda sudah Tuhan jawab, tetapi mengapa anda pertanyakan lagi apa yang terbaik yang sudah diberikanNya?

Berbahagialah mereka (kita) yang tidak menjadi kecewa dan menolak Dia. Ia bukannya tak sanggup menolong tatkala anak-anakNya dalam kesulitan. Tugas kita adalah tetap beriman, tetap bertekun, dan tetap berdoa, serta serahkan segala sesuatu kedalam tanganNya.

Lihatlah kepada Yesus sebagai teladan yang agung. Ia pernah mengalami pencobaan ketika di padang gurun, tetapi IA tidak jatuh. Belajarlah dariNya.

Thursday, August 2, 2012

Ujian iman



Jika pada kita ditanyakan, apakah hakikat seorang yang sudah menjadi milik Tuhan?

Jawabannya cukup mudah dan klasik, yaitu menjadi seperti yang Tuhan inginkan. Namun, saya yakin kebanyakan dari kita akan mengatakan bahwa menjalaninya tidak semudah menjawab pertanyaan diatas. Apalagi jika mengalami sebuah terminologi yang bernama “ujian iman”. Apa gerangan ujian iman itu?

Ujian iman, secara sederhana dapat didefinisikan sebagai ujian yang dialami seseorang untuk melihat seberapa teguh imannya kepada penciptanya. Kira-kira hal itu terjadi? Atau, kapan kita bisa menilai bahwa kita sedang mengalami ujian iman?

Umumnya seseorang akan berdoa untuk mengetahui kehendak dan ridho pencipta-Nya atas dirinya. Umumnya, setelah didoakan, seseorang akan merasakan dan berpikir tentang sesuatu dimana dia akan pergi menjalani kehidupannya demi mencapai apa yang Tuhan inginkan atas dirinya. Kemudian, ketika dirinya sudah mantap, maka sesuatu kelak akan terjadi.

Mungkin saja keberadaannya pada suatu tempat (tidak hanya wilayah, tetapi juga instansi, institutusi, dll) tepat seperti yang dihendaki Tuhan. Karena keberadaannya disana tepat, disitulah ujian iman mulai “dilancarkan”. Disanalah akan muncul kesulitan-kesulitan sampai pada suatu titik dimana yang bersangkutan merasa seolah-olah dia sudah tak sanggup lagi untuk menjalani sampai akhirnya ia jadi bimbang dan bertanya, “ ya, Tuhan, apakah ini benar-benar kehendak-Mu untuk kujalani?”

Sebagai contoh, jika seseorang ditempatkan Tuhan disuatu kampus untuk berkuliah. Kemudian, seberapa keraspun dia berusaha, ia selalu mendapatkan hasil yang kurang memuaskan. Mungkin banyak mahasiswa yang mengalami hal itu sekarang ini. Apakah anda termasuk salah satunya?

Yohanes pembaptis pun mengalami hal yang sama ketika ia berkata kepada herodes bahwa tidak halal herodes mengambil Herodias sebagai istrinya. Yohanes Pembaptis yang dipenjara kemudian mengirim muridnya untuk bertanya kepada Yesus apakah Ia benar mesias atau haruskah mereka menanti yang lain. Padahal, di sungai Yordan Ia berkata tentangYesus bahwa Yesus adalah anak domba Allah yang menghapus dosa dunia, yang membuka tali kasut-Nya pun ia tidak layak. Apa kata Yesus kepada murid yohanes? Jawab Yesus,”…berbahagialah mereka yang TIDAK MENJADI KECEWA dan MENOLAK AKU!”

Seberapa berat pergumulan anda saat ini? Adakah pengalaman anda akhir-akhir ini mengguncangkan iman anda? Kata Yesus, “…BERBAHAGIALAH mereka yang TIDAK menjadi KECEWA…”. Seberat apapun apa yang anda alami sekarang, baik itu ujian maupun pencobaan, ingatlah, bahwa semua itu bukannya tanpa jalan keluar. Tuhan menyediakan jalan keluar bagi umat-Nya yang sedang mengalami ujian atau pencobaan. Namun, apakah kita mau sedikit merendahkan hati dan berdoa pada-Nya?

Sekalipun jatuh, kita tidak akan sampai tergeletak. Ayub yang sudah di dicobai bertubi-tubi pun dikatakan dalam alkitab, “tetapi ayub sama sekali tidak berbuat dosa dengan bibirnya”. Adakah anda sekarang sedang putus asa karena permasalahan hidup, baik dalam studi, pekerjaan, atau yang lainnya? Ingatlah, didalam Tuhan selalu ada jalan keluar.

OSKM 2012 dan sisi kampus

ingatlah selalu tulisan yang ada diatas ini. tanpa teman kita tidak bisa mengubah indonesia, apalagi dunia





















Monday, July 30, 2012

kisah OSKM 2012 : perihal dewasa dalam menyikapi kritik

akhir-akhir ini sedang hangat-hangatnya di perbincangkan mengenai OSKM 2012, khususnya kritik terhadap pelaksanaan OSKM 2012 yang konon katanya di lemparkan oleh senior yang sudah terlebih dahulu kenyang asam garam dalam mengader angkatan yang baru masuk. Terlepas dari siapa yang benar atau salah, saya hanya ingin melemparkan pandangan sebagai massa kampus yang awam.

Ada orang, atau segolongan orang yang menganut paham bahwa kaderisasi haruslah berjalan ideal, sekalipun keadaan ideal itu hampir mustahil terjadi. Justru karena keadaan ideal sulit dicapai, maka seorang pengader harus berusaha sampai batas tertentu, baik dari segi kuantitas maupun kualitas agar kaderisasi yang dilakukan berjalan dengan optimal. Jika idealisme dibenturkan dengan realita, mau tidak mau kita harus berhadapan dengan kritik, bahkan yang pedas dan merendahkan martabat sekalipun. Secara natural ego manusia memang anti terhadap kritik. Namun, apapun bentuk dari kritik itu, haruslah dengan lapang dada diterima apa yang baik, dan yang tidak baik segeralah dibuang. Jika menyikapi kritik dengan ego, apalagi ego komunal, niscaya yang terjadi hanyalah debat kusir semata.

Lalu, mungkin pihak dikritik akan merasa bahwa mereka sudah berusaha sekeras ini dan mereka akan menggumam didalam hati bahwa pengkritik itu tidak berhak menyatakan kritik seperti yang dilemparkan karena pihak pengkritik tidak melihat pihak yang dikritik dalam berusaha. Namun, disatu sisi, pihak yang dikritik sama sekali tidak melihat bagaimana pihak pengkritik dulu berusaha untuk menyiapkan kegiatan kaderisasi seperti OSKM, bukan? sekalipun belum tentu terjadi disemua kejadian, tetapi hasil adalah cerminan proses. Pihak pengkritik bisa membandingkan hasil yang sekarang dengan hasil terdahulu, dan sesuai UUD 1945, kemerdekaan menyatakan pendapat itu sah. Mereka bisa memberikan penilaian, sekalipun secara de jure tidak ada yang memberi mereka hak. suka atau tidak suka, pihak yang dikritik pun harus menerima kenyataan bahwa ada pihak diluar sana yang sedang memperhatikan gerak-gerik mereka.

Sebenarnya, semua proses mulai dari diklat, forsil, kajian, dsb ingin menghasilkan apa? menghasilkan panitia yang berkompeten? atau, menghasilkan kader yang mengetahui apa, siapa, bagaimana, kapan, mengapa, atau apapun tentang dirinya sebagai mahasiswa? hasillah yang kita kejar melalui proses. jika hasil yang kita harapkan adalah mahasiswa baru mengetahui tentang sesuatu, mengapa tidak fokus saja ke hal itu? Apa kata para kader melihat respon pengader mereka saat pengader mereka dikritik jikalau pengader mereka merespon negatif kritik yang dilempar terhadap mereka? Melihat tingkat subyektivitas yang tinggi di Indonesia, asumsi saya, para kader lebih cenderung melihat teladan para pengader mereka. kalau kader-kader melihat pengader mereka sebagai pihak yang antikritik, bagaimana dengan kader-kader ini dimasa datang? mungkin saja mereka akan jauh lebih antikritik. Lalu, tercapaikah tujuan melaksanakan ini dan itu?

Bagi pihak pengkritik, jika mereka merasa bahwa mereka adalah kaum intelek bangsa, mungkin lebih baik memberi tanggapan yang obyektif. Obyektif dalam hemat saya, bisa menjabarkan kekurangan panitia dari sisi kuantitas maupun kualitas, dan disertai dengan pembanding. Jika sudah, terima kasih harus dilontarkan panitia kepada para pengkritik, terlepas dari gaya bahasa atau penggunaan kata yang mungkin terkesan memojokkan panita. Namun, menurut hemat saya, metode penyampaian kritik seharusnya tidak perlu dipedulikan, kita cukup peduli pada inti yang ingin disampaikan demi pembaharuan kedepannya.

Kemudian, bagi mereka yang jauh dari bandung, entah sedang kerja praktik atau liburan atau apapun sebaiknya tidak perlu ikut memberi komentar karena mereka tidak melihat sendiri kejadian di lapangan. semua mengakui bahwa lapangan itu dinamis. Implikasinya, kejadian dilapangan pun bisa mengeluarkan tanggapan yang dinamis juga. Kalau hendak memberikan komentar, komentari/klarifikasi saja pendapat para pengkritik, apakah benar sudah obyektif atau tidak. Jangan malah berkomentar untuk membela panitia atas motif kekeluargaan dan solidaritas, tetapi kejadian dilapangan sendiri mereka tidak melihat. hal itu sama saja dengan prosa lama, "orang buta menuntun orang buta, keduanya jatuh kedalam jurang". Janganlah muncul niatan untuk melancarkan aksi balasan, apalagi ditujukan kepada satu oknum dan membawa-bawa nama lembaga. Itu tidak dewasa.

sekarang adalah bulan puasa. disaat banyak yang berpuasa, kendali atas emosi sangat diperlukan, apalagi untuk kegiatan yang menguras energi lahir dan batin seperti OSKM. Kalau memang ada oknum dalam panitia yang tidak suka dikritik, mengapa yang bersangkutan mau menjadi panitia? mau berkegiatan berarti harus siap untuk dikritik. Lalu, andaikata ada segolongan orang yang tidak suka dikritik, mengapa sesuai pelaksanaan dilaksanakan evaluasi? bukankah salah satu kegunaan evaluasi adalah menjabarkan kekurangan-kekurangan yang terjadi agar tidak terjadi lagi kedepannya?

jika dikritik, tidak perlu membela diri, apalagi ofensif. Terima saja semua yang baik dan buang semua yang tidak baik. orang yang dewasa pasti bisa membedakan mana yang baik dan mana yang tidak, bukan?

bagi para pengkritik, terima kasih atas masukannya. setiap kritik, apapun metode penyampaiannya, pasti ada hikmah yang bisa diambil.

mari saling belajar, mari saling mengembangkan diri. Besi menajamkan besi, manusia menajamkan sesamanya. sadarkah anda, gesekan antar besi itu dapat menimbulkan percikan api?

Wednesday, July 25, 2012

Pengalaman membuat paspor di Bandung

Kali ini saya akan mensharingkan pengalaman saya dalam mengurus paspor di kantor imigrasi kelas I bandung, semoga bermanfaat bagi anda yang berkeinginan untuk mengurus paspor.
(marihot siburian on youtube)

pertama-tama saya menyarankan anda untuk mendaftar dulu secara online untuk mempermudah anda dalam pembuatan paspor. Lalu, download pdf hasil pendaftaran anda dan kemudian datang ke kantor imigrasi bandung sesuai hari yang tertera pada cetakan pdf tadi. anda harus datang dengan membawa semua dokumen yang dibutuhkan untuk kelengkapan persyaratan pengurusan paspor anda (fotokopi KTP yang kedua sisinya berada dalam selembar kertas A4, fotokopi kartu keluarga, dan fotokopi akta kelahiran.)

Lalu, saya datang ke kantor imigrasi bandung dengan membawa semua berkas. setelah tiba di kantor imigrasi, saya terlebih dahulu membeli map persyaratan yang terletak dibagian belakang kantor, dimana saya kesana melalui koridor sebelah kanan kantor dan menemukan seperti gambar berikut.

gambar 1.

Lalu, saya masuk kedalam ruangan berikut dan membeli map serta sampul paspornya. (saya mengeluarkan Rp. 10.000,- untuk map dan sampul paspor).

 gambar 2.

setelah membeli, saya datang ke loket seperti gambar berikut dan meminta formulir permohonan paspor.

Gambar 3.

kemudian saya mengisi formulir yang telah saya minta diloket diatas.

Gambar 4.

Setelah itu, saya mengambil nomor antrian untuk penyerahan berkas permohonan paspor didalam kantor imigrasi, yang ditunjukkan gambar berikut. lalu, saya meminta kepada petugas yang berjaga disana agar saya diberi nomor antrian untuk tujuan penyerahan berkas permohonan pembuatan paspor.

Gambar 5.

berikut ini adalah gambar loket dimana saya menyerahkan berkas. (serahkanlah sesuai nomor antrian anda).

Gambar 6.

 ada beberapa hal yang perlu anda ketahui, yaitu tentang jenis-jenis paspor. paspor dibedakan berdasarkan warna sesui kegunaannya. paspor untuk wisata berwarna hijau (gambar 8). paspor yang saya urus adalah paspor wisata sehingga saya diberi sampul paspor berwarna hijau.


 Gambar 7.

Gambar 8.

Jadi, bagi anda yang ingin berpergian keluar negeri anda cukup mengurus paspor wisata (paspor berwarna hijau). Bagi anda yang masih berstatus mahasiswa, jika anda ingin mengurus paspor jenis ini, anda tidak perlu menyertakan surat keterangan dari perguruan tinggi dimana anda berkuliah karena sifat paspor ini adalah perseorangan. Jika petugas meminta surat keterangan dari kampus (khusus mahasiswa), anda cukup menjelaskan bahwa anda hanya ingin berwisata dan paspor yang anda uruspun adalah paspor wisata sehingga surat keterangan dari kampus tidak diperlukan.

 setelah saya menyerahkan formulir, saya mendapat kupon seperti berikut.

 Gambar 9.

saya menyerahkan berkas saya pada tanggal 11 juli 2012 dan harus kembali pada tanggal 12 juli 2012 untuk foto dan wawancara. saya sempat bertanya pada tanggal 12 juli kala itu mengapa data saya tidak divalidasi pada saat tanggal 11 juli. salah satu petugas disitu menjawab bahwa tanggal 11 juli adalah pemilu calon gubernur DKI jakarta sehingga kantor imigrasi di jakarta libur sehingga data saya tidak bisa di validasi pada saat itu juga.

sampai tanggal yang ditentukan pada kupon diatas, saya datang pada saat tanggal itu juga, yaitu tanggal 12 juli 2012 (pagi hari) kemudian datang ke tempat pengambilan nomor antrian (gambar 5) dan saya berkata pada petugas yang menjaga disana bahwa saya ingin membayar dan saya meminta nomor antrian untuk pembayaran. Kemudian, oleh petugas loket pembayaran kupon saya di klip dengan nomor antrian saya sebagai berikut.

Gambar 10.

Kemudian, saya diminta mengambil formulir yang anda telah serahkan sebelumnya ke salah satu loket (saya lupa loket yang mana) kemudian formulir tersebut saya serahkan ke loket pembayaran.

Gambar 11.

untuk diperhatikan bagi yang mendaftar online. pendaftar secara online harus melakukan validasi data anda, yaitu kecocokan antara data yang anda masukkan secara online dengan data yang ada diformulir dan lampirannya. validasi dilakukan di loket utama bagian paling kanan (gambar 6 paling kanan)

setelah selesai divalidasi, saya kembali ke loket pembayaran untuk menyerahkan kembali formulir saya dan saya menunggu sampai nama saya dipanggil (saya menunggu dipanggil sekitar 5 - 10 menit). kemudian, anda menyerahkan uang sesuai tarif (untuk paspor wisata yang saya urus, saya membayar sebesar Rp 255.000,- ) kemudian anda akan mendapatkan slip pembayaran seperti berikut.

Gambar 12.

di loket foto dan sidik jari, terdapat 3 tempat untuk mengambil foto, yaitu bagian A, B, dan C. saya menggunakan nomor antrian saya untuk membayar tadi untuk mengantri dalam pengambilan foto dan sidik jari juga.

Gambar 13.

Seperti yang saya jelaskan, ada tiga tempat untuk mengambil foto, yaitu A, B, dan C, seperti gambar berikur.

 Gambar 14.

Gambar 15.

Pada saat saya mengantri, saya mendapat giliran foto pada loket sesuai gambar 15. nomor antrian saya C005. Pada saat itu, saya menunggu sekitar 30 menit, tetapi di loket C tidak ada petugas sehingga saya melapor ke petugas penjaga kupon antrian bahwa petugas di loket C sedang tidak ditempat. Setelah menunggu sedikit lagi, saya dipindah ke loket B oleh seorang petugas untuk diambil foto dan sidik jari.

setelah difoto dan diambil sidik jari, kemudian saya mengantri untuk wawancara. setelah wawancara, saya menandatangani paspor yang masih kosong. kemudian saya diberi sebuah kupon pengambilan paspor saya. di kupon tersebut (gambar tidak tersedia) dijelaskan bahwa paspor saya selesai tanggal 18 juli 2012.

Saya datang mengambil pada tanggal 25 juli 2012. saya datang dan mengambil antrian (gambar 5) untuk antrian pengambilan paspor. kemudian, saya duduk di sebelah kiri loket utama (gambar 6) yang tampilannya seperti berikut.

Gambar 16.

Kemudian, sesuai nomor antrian saya, saya menyerahkan kupon pengambilan dan kemudian saya diminta menunggu sebentar (saya menunggu kira-kira 15-20 menit). Kemudian nama saya dipanggil dan saya perlu menulis nama dan membubuhi tanda tangan pada suatu formulir dan kemudian akhirnya saya mendapatkan paspor saya.

Gambar 17.

sekian pengalaman saya dalam mengurus paspor.

catatan :

Gambar 18.

JANGAN SEKALI-KALI MENGGUNAKAN CALO DALAM PENGURUSAN PASPOR ANDA, BAGAIMANAPUN CEPATNYA PROSES SELESAINYA PASPOR ANDA. JANGAN BIARKAN PRAKTIK KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME MERAJALELA. LAKUKANLAH PROSES DENGAN BENAR JIKA ANDA MERASA BAHWA ANDA ADALAH WARGA NEGARA YANG BAIK. MARI BERANTAS KKN!



semua gambar diambil didalam dan diluar kantor imigrasi kelas I bandung