Sunday, September 16, 2012

wanita yang mulia (GII dago, 16-9-2012)



Hari minggu, 16 september 2012, saya beribadah – seperti biasa – di GII dago. Di bulan keluarga ini, dan tepat di hari ini, pembacaan alkitab begitu menarik untuk di simak, yaitu dari amsal 31 : 10 – 31. Tulisan ini merupakan resume dari khotbah  yang dibawakan pak timothy liem, dan ada beberapa sedikit tambahan. Mari kita simak bersama.

 Perikop ini ditujukan kepada wanita dan pria. Ditujukan kepada wanita maksudnya ialah bahwa perikop tersebut ingin menjelaskan ciri-ciri wanita yang takut akan Tuhan – hidup didalam Tuhan. Ditujukan kepada pria maksudnya ialah bahwa para pria sudah seharusnya mencari wanita (teman hidup) yang baik seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan, khususnya pada perikop tersebut.

 Ada tiga bagian besar dalam perikop ini yang seharusnya dimiliki oleh seorang wanita yang hidup didalam Tuhan, yaitu KARAKTER, KARYA, dan KEROHANIAN.

Penting bagi seorang wanita memiliki karakter yang baik – karakter yang sesuai dengan Firman Tuhan. Perhatikan ayat 10, dimana disana dikatakan bahwa “istri yang cakap siapakah akan mendapatkannya? Ia lebih berharga dari pada permata”. Kita bisa melihat bahwa istri yang berkarakter bahkan tidak bisa dibandingkan dengan apapun didunia ini karena begitu berharga. Perlu kita ketahui bahwasanya wanita diciptakan sebagai mahluk yang terhormat dan bermartabat dimata Tuhan. Kehormatan dan martabat itu tetap melekat pada si wanita jika ia memiliki karakter yang baik – yang sesuai dengan Firman Tuhan.

Setidaknya ada karakter- karakter yang terdapat dalam perikop ini yang seharusnya dimiliki oleh wanita-wanita / ibu-ibu, yaitu memiliki kecakapan, dapat dipercaya, baik hati, rajin, mandiri, tahu kewajiban, murah hati, optimistik, terdidik, layak dicintai, dan takut akan Tuhan.

Mandiri, bukan berarti sendiri. Wanita yang mulia (wanita yang baik) adalah wanita yang mengerti tugas dan tanggung jawabnya. Ia dengan sigap, dengan cakap, dan dengan rajin mengerjakan tugas-tugas kewanitaannya dirumah, baik sebagai istri maupun sebagai ibu. Sebagai istri, ia mengerjakan apa yang seharusnya ia kerjakan. Ia mampu menjadi penolong yang sepadan. Sebagai ibu, ia mampu mendidik anak-anak – menjadi teladan bagi anak-anak. Peran ibu begitu sangat penting bagi kehidupan anak-anak. Banyak anak-anak di era ini yang kehilangan figur ayah. Namun, hidup anak-anak akan hancur berantakan andaikata ia kehilangan figur ibu.

Wanita diciptakan untuk menjadi penolong yang sepadan bagi pria. Hal ini menandakan bahwa wanita tercipta sempurna dihadapan Tuhan, sama seperti adam, dimana ketika adam diciptakan, Tuhan berkata bahwa keadaan adam “sungguh amat baik”. Wanita seharusnya tidak perlu rendah diri dengan kekurangannya, tetapi seharusnya ia tetap optimis – tetap melihat kedepan dan terus memandang kepada Tuhan. Ketika keluarga sedang mengalami ujian atau cobaan pun, istri/ibu hendaknya optimis dan terus berharap kepada Tuhan. Di sisi lain, wanita seharusnya tidak menganggap kesetaraan dengan pria sebagai alasan untuk mengambil alih peran pria didalam keluarga. Didalam efesus 5 dikatakan bahwa hendaklah istri menghormati suaminya (ayat 33), hendaklah istri tunduk kepada suami seperti kepada Tuhan (ayat 22).

Penting bagi wanita untuk memiliki karakter, karya, dan kerohanian yang baik. Semua itu sama pentingnya. Seorang wanita tidak bisa mengabaikan salah satunya. Ketiga hal tersebut haruslah dimiliki.

Dari kesemuanya itu, poin yang penting yang dapat kita petik adalah betapa berharganya wanita yang takut akan Tuhan. Wanita yang takut akan Tuhan lebih berharga daripada permata. Wanita yang takut akan Tuhan disebut berbahagia oleh anak-anaknya dan dipuji oleh suaminya. Kemolekan bukan takaran seorang wanita itu baik. Kecantikan fisik bukan jaminan seorang wanita itu baik. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, TETAPI ISTRI YANG TAKUT AKAN TUHAN DIPUJI-PUJI.

No comments:

Post a Comment